Alat Musik Bali Tradisional List Daftar & Penjelasanya

Alat Musik Bali – Saat mendengar kata Bali, yang pertama kali muncul di pikiran kita tentunya adalah sebuah pulau yang indah dengan keindahan pantainya yang tidak pernah sepi pengunjung. Selain itu juga suasana hindu serta budaya mistisnya yang kental. Namun walaupun demikian, selain terkenal dengan keindahan pantainya, ternyata memiliki beragam Jenis Media musik bali tradisional yang asli serta langka.

Tidak heran jika selalu banyak turis yang berdatangan ke pulau ini, baik turis lokal maupun turis dari mancanegara. Mereka berdatangan ke Bali selain untuk menikmati keindahan pantainya, mereka juga datang untuk dapat memperoleh alat musik tradisionalnya. Kebanyakan dari mereka membeli alat musik balitersebut untuk oleh-oleh ataupun cenderamata.

Macam-Macam Alat Musik Bali Tradisional

Bali memiliki berbagai macam alat musik bali tradisional dengan keunikannya yang khas seperti:

  1. Gerantang

Gerantang merupakan salah satu alat musik tradisional khas dari Bali yang terbuat dari bambu. Alat musik ini terbuat dari babarapa potongan bambu yang disusun secara berderet, dimainkan dengan bantuan dua alat pemukul khusus, mirip dengan alat musik dari jawa yaitu gambang.

Panjang bambu yang digunakan untuk membuat gerantang sekitar satu sampai tiga ruas bambu atau sekitar 45 cm sampai 95 cm. pada sekitar seperempat bagian dari bamboo terdapat lubang untuk menghasilkan suara. Untuk bungbung gerantang memiliki panjang sekitar satu sampai tiga ruas atau sekitar 45 cm sampai 95 cm dari nada tertinggi sampai pada nada terendah.

garantang bali

  1. Rindik

Alat musik Bali tradisional selanjutnya yang dapat anda temukan saat berlibur ke pulau dewata yaitu rindik. Alat musik ini terbuat dari bambu yang dimainkan dengan cara dipukul serta memiliki nada selendro. Alat musik ini biasanya dimainkan oleh grup yang beranggotakan sekitar 3 sampai 5 orang. Dua orang bermain rindik dan yang lainnya mengiringi dengan alat musik lain.

Rindik sebagai salah satu media musik Bali ini memiliki sejarah yang unik. Pada mulanya, angklung di Bali tidak dibentuk seperti rindik yang sekarang. Tetapi alat musik ini dapat menghasilkan suara ketika dipukul seperti gamelan yang terbuat dari logam. Seiring berjalannya waktu angklung ini berubah nama menjadi rindik, yang menurut bahasa Jawa kuno rindik memiliki arti ditata rapi dengan adanya sedikit celah.

Rindik bali

  1. Gong Bali

Gong bali telah digunakan dalam waktu yang sudah cukup lama, sejarah mencatat berasal dari abad ke-13 dan 14. Gong Bali digunakan pada kuil-kuil Kerajaan Hindu Majapahit. Plat logam yang melingkar pada gong bali ini berguna untuk menghasilkan suara pitch yang pasti. Namun juga dapat menghasilkan suara pitch yang tidak terbatas serta adanya variasi tertentu dalam menghasilkan efek suara.

Media Musik Bali Lainya

  1. Ceng-Ceng

Ceng-ceng merupakan salah satu komponen penting dalam perangkat gamelan alat musik tradisional di bali. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar logam, umumnya yang digunakan adalah tembaga. Ceng-ceng ini mirip dengan simbal serta dihias dengan benang yang berumbai. Ceng-ceng tersusun atas 6 buah logam bundar yang terletak di bagian bawah, dan 2 buah di bagian atas.

Pada bagian atas ceng-ceng terdapat tali yang berfungsi sebagai pegangan. Ceng-ceng dimainkan dengan dipukulkan satu sama lain pada bagian lingkaran tembaganya. Hasil pukulan ini menghasilkan suara “ceng ceng ceng” seperti namanya. Jika pukulannya semakin keras maka suara yang dihasilkan juga semakin keras.

Ceng-Ceng bali

  1. Genggong

Genggong merupakan salah satu alat musik Bali yang dapat menghasilkan suara unik. Suara yang dihasilkan mirip suara seruling hanya saja lebih nyaring. Suara yang dihasilkan lebih mirip dengan suara katak sawah.

Genggong ini terbuat dari pelepah pohon enau atau pugoug (sebutan masyarakat setempat). Kayu yang digunakan harus cukup tua atau sudah mengering di bagian batangnya sendiri. Kemudian kulit luar  ini diiris membentuk persegi panjang dengan ukuran 2 cm dan lebar 20 cm. untuk bagian dalamnya yang lunak harus dibersihkan sampai tersisa bagian luarnya saja yang keras dengan ketebalan sekitar ¼ cm.

Pada bagian alat yang bergetar atau yang disebut palayah, terletak pada tengah-tengah irisan dengan jarak 2 cm dari batas ujungnya, lebar sekitar ½ cm. Pada bagian ujung palayah diiris tipis supaya getarannya maksimal. Memiliki tebal sekitar 10mm. Di bagian ujung kanan irisan penampang dibuat lubang untuk tempat tali benang yang memiliki ukuran sekitar 5 cm.

Genggong ini dimainkan dengan cara menarik-narik tali benang ke sebelah kanan agak ke depan. Rongga mulut pada genggong hanya memiliki fungsi sebagai resonator (bukan untuk meniup). Tinggi rendahnya nada dapat disinkronkan dengan besar kecilnya pembukaan rongga mulut.

genggong bali

Penggunaan dengan Cara di Tiup

  1. Pleret

Alat musik tradisional di Bali yang selanjutnya ada pleret. Pleret ini mempunyai bentuk seperti terompet. Rata-rata orang menyukai alat musik ini untuk dijadikan sebagai koleksi. Dimainkan dengan cara ditiup pada lubang yang ada di pangkal terompet. Pleret ini banyak diproduksi di daerah Jembrana, Bali.

  1. Seruling

Seruling atau yang lebih dikenal dengan sebutan suling, merupakan salah satu alat musik bali yang terbuat dari bambu, memiliki enam lubang, berfungsi untuk memainkan alat musik ini dengan pernapasan siklik supaya dihasilkan nada yang konstan. Hal ini dapat dilakukan dengan bernapas melalui hidung, pada saat yang bersamaan pula mendorong keluar melalui mulut dengan udara yang disimpan pada pipi.

Seruling ini memiliki ukuran yang bervariasi. Pada umumnya jika ukuran semakin pendek atau lebih kecil, maka nada yang dihasilkan akan semakin tinggi. Jika anda gagal dalam melakukan teknik pernapasan yang benar makan nada yang dihasilkan juga akan rusak. Untuk lubang yang ada pada seruling ini memiliki jarak yang sama. Dengan menutup lubang yang berbeda maka akan menghasilkan banyak nada.

Kegunaan Alat Musik Bali Tradisional

  1. Gerantang

Gerantang sering digunakan saat pementasan gamelan ataupun pertunjukan angklung. Di daerah jawa barat, alat musik ini disebut calung. Selain itu gerantang juga digunakan dalam pentas seni Cupak Gerantang. Sebuah kesenian yang menceritakan tokoh kakak beradik yang bernama Cupak, yang menggambarkan sifat buruk manusia, serta Gerantang yang menggambarkan sifat baik manusia.

  1. Rindik

Rindik digunakan sebagai musik pengiring dalam hiburan rakyat “Joget Bumbung”. Selain itu juga digunakan sebagai pelengkap dalam acara pernikahan ataupun menyambut tamu.

  1. Ceng-Ceng

Ceng-ceng digunakan dalam gabungan gamelan, gong gede, semar pegulingan, barongan, gong gebyar, pelegongan, serta yang lainnya. ceng-ceng digunakan dalam berbagai jenis musik di pulau dewata karena mampu menimbulkan efek suara yang dinamis, sehingga dapat menambah kemeriahan musik yang ditampilkan.

  1. Pleret

Pleret digunakan oleh masyarakat setempat dalam acara pentas seni budaya Sewo Gati. Kesenian daerah ini hampir mirip dengan kesenian Arja. Hanya saja terdapat sedikit perbedaan pada posisi penarinya yang hanya duduk. Sebagian besar masyarakat Bali percaya bahwa pleret dapat digunakan untuk memikat hati wanita.

  1. Genggong

Alat Musik Bali Genggong digunakan sebagai pengiring dalam pentas seni musik khas pulau dewata. Jika kawan pernah berkunjung ke bali pasti pernah melihat pertunjukan seni budaya disana, nah pengiring musik tradisonal didalamnya ada Genggong.

  1. Gong Bali

Gong Bali digunakan untuk mengiringi orkestra karena dapat menghasilkan musik yang berkualitas. Biasanya digunakan untuk acara acara khusus seperti pembukaan suatu hal, kegiatan adan dan prosesi lainya yang berhubungan dengan budaya maupun non budaya.

  1. Seruling

Sama seperti alat musik yang lainnya. Seruling digunakan dalam mengiringi berbagai pertunjukan musik seperti orkestra. Yaps Sobat perlu kalian ketahui bahwa dibeberapa daerah selain pulau dewata juga memiliki alat ini, tapi bentuk nya berbeda beda.

Yap sepertinya pembahasan kali ini mengenai Alat Musik Bali dicukupkan. Mudah mudahan dapat menjadi informasi yang bermanfaat. Apabila ada kesalahan baik itu kata, info salah mohon sahabtku mengkritisnya. Terimakasih.