Baju Adat Kalimantan Selatan Penjelasan Lengkap Macam + Nama

Baju Adat Kalimantan Selatan - Penduduk kalimantan selatan mayoritas berasal dari suku banjar yang mendiami daerah tersebut sejak ber abad abad lalu hingga sekarang. Propinsi yang ibu kotanya Banjarmasin ini terkenal akan kentalnya budaya, adat istiadat dan tradisi dari warisan nenek moyangnya. Sekarang ini suku banjar terbagi menjadi 3 macam yaitu Banjar Batang banyu, Banjar pahuluan dan Banjar Kuala.

Baju Adat Kalimantan Selatan

Oleh karena itu penerus generasi zaman sekarang sangat mempertahankan dan melestarikan budaya sampai saat ini. Tentu itu merupakan kewajiban kita sebagai penerus untuk menjaga kearifan lokal yang positif. Salah satunya adalah budaya dalam berpakaian, termasuk untuk sehari hari maupun acara khusus seperti pernikahan.

Baju adat dari Kalimantan selatan Khususnya banjarmasin begitu unik motif dan desainya. Apalagi dizaman sekarang perpaduan antara classic dan modern dalam segi berpakaian sangat banyak diminati. Sehingga orang memakainya sangat bangga dan tetap tampil menarik walaupun menggunakan baju tradisional. Baju tradisional bahkan lebih rumit desainya, tidak semua orang bisa membuatanya dibanding dengan model baju yang sekarang ini.

Pada kesempatan ini harianriez akan memberikan informasi mengenai baju adat kalimantan secara umum. Baju adat biasanya dipakai dalam pesta pernikahan, upacara upacar adat dan menyambut tamu spesial seperti datangnya Presiden, Gubernur, Bupati dan Tokoh berpengaruh lainya.

4 Baju Adat Kalimantan Selatan Untuk Pasangan Pengantin

Spesial pada pembahasan kali penulis akan memfokuskan untuk pakaian yang sering digunakan dalam acara pengantin dari berbagai daerah dikalimantan selatan dengan nama pakaian yang berbeda beda. Berikut ini 4 Baju Adat Kalimantan Selatan Untuk Pengantin :

1. Baju Adat Kalimantan Selatan Pengantin Babaju Kubaya Panjang

Babaju Kubaya Panjang

Babaju Kubaya Panjang merupakan pakaian pengantin khas kota Banjarmasin yang sering banyak digunakan oleh pasangan yang sedang menikah. Hampir semua penduduk asli Banjarmasin ini ketika menikah selalu dipastikan untuk menggunakan baju adat khas ini. Dari mulai acara ijab Qabul mempelai mengenakan pakaian ini hingga mereka ke acara untuk meminta Doa dan menerima restu orang tua masing masing juga mertua.

Aksesoris yang digunakannya adalah Baamar Galung Pancaran Matahari, kalung ini sangat unik sekali, motifnya yang elegen membuat pengantin menjadi lebih berwibawa. Warna kalung ini biasanya merah, namun ada beberapa juga yang dipesan sesuai dengan keinginan pengantin.

Tetap kita juga bisa memadukanya dengan desain modern, tentu ini akan membuat tambah bagus lagi dan enak di pandang mata. Baju adat ini bisa digunakan oleh latar belakang agama, seorang pengantin wanita tentu bisa memakai hijab. Memang baju ini sangat tertutup sekali untuk wanita sehingga aman serta auratnya tidak terbuka.

Babaju Kubaya Panjang merupakan hasil dari modifikasi dari berbagai macam pakaian adat kalimantan selatan yang selanjutnya akan dibahas setelah ini satu persatu. Karena itu baju adat ini adalah salah satu favorit masyarakat banjar untuk acara pernikahan. Desaianya modern tanpa meninggalkan culture clasiknya yang artistik dan elegean.

2. Pakaian Adat Kalimantan Selatan Babaju Kun (Hwa Kun) Galung Pacinan

Babaju Kubaya Panjang

Baju Adat Kalimantan Selatan ini merupakan percampuran 3 budaya yang berbeda menjadi satu bagian. Budaya tiongkok china, Orang gujarat dengan budaya lokal banjar. Ketika zaman dahulu pedagang asal china dan Gujarat masuk ke banjar yang akhirnya orang banjar mengenal sedekit budaya mereka sehingga diadopsi dan dipadukan dengan pakaian tradisonal banjar. Tetapi dominasinya 60% ialah motif khas kalimantan sendiri, berarti masyarakat setampat itu sangat menghargai budaya orang lain juga.

Kembali lagi ke baju adat, untuk pengantin mempelai laki laki mengenakan jubah atau gamis tanpa kancing. Model jubah seperti ini zaman dahulu sering digunakan oleh pedagang gujarat namun ada motif khas Kalselnya juga. Untuk bagian atasnya menggunakan penutup kepala dikenal sebagai surban yang dililitkan di kepala dan juga memakai tanjak laksamana.

Dari sini sudah keliatan kan, bahwa surban dan gamis merupkan budaya dari gujarat, mirip seperti Aladin kan. Adapun lainya pengantin pria juga memakai roncean atau rentengan yang terbuat dari susunan beberapa bunga melati dengan penataan khusunya. Bagian bawah pria untuk kakinya memakai sepatu selop.

Jika tadi pengantin pria memakai baju khas dari gujarat sedangkan pengantin perempuan menggunakan Busana Babaju Kun (Hwa Kun) Galung Pacinan dengan model Cheong Sam yaitu sebuah kebaya lengan panjang. Didalam baju tersebut gaya jahitanya sengaja dibentuk dengan motif teratai dan penggunaan benang warna emas, jika orang tajir menggunakan benang emas asli.

Motif rok yang cantik khas negeri tirai bambu dengan aksesoris serta manik manik yang ditambahkan dengan cara disulam manual, membuat baju pengantin perempuan terlihat mewah sekali.  Untuk bagian kepala mempelai wanita ini juga tidak kalah unik dan cantik. Pasti kalian pernah melihat mahkota yang dikhiasi berbagai permata indah yang berkilauan ketika disinari cahaya. Mahkota tersebut dipasangkan diatas kepala, ditambahkan dengan kembang goyang kemudian tusuk konde yang bertuliskan hurub arab yaitu lam dan burung hong.

3. Baju Tradisional Ba’amar Galung Pancaran Matahari

Ba’amar Galung Pancaran Matahari

Ba’amar Galung Pancaran Matahari ialah busana pengantin tradisional kalimantan selatan khusunya di banjar. Digunakan sejak abad ke 17, Baju adat pengantin ini sangat terkenal dan populer banget karena menjadi pakaian paling favorit digunakan oleh mempelai pengantin. Ba’amar Galung Pancaran Matahari motifnya dan modelnya seperti pakaian jawa yang pada zaman dahulu kental sekali dengan budaya hindunya, dan itu menjadi salah satu sumbangan motif untuk baju ini.

Ba’amar Galung Pancaran Matahari terdapat sebuah aksesoris dan bordiran kalau zaman dulu disulam manual yaitu, corak bunga mawar dan bunga melati. Pada budaya jawa bunga itu akan membuat penganti pria dan perempuan menjadi lebih beraura. Sehingga pancaran keindahan, mewah, tradisional, penuh ketaatan terlihat tampak jelas sekali. Mahkota yang ada dikepala memiliki motif naga dan kelabang sebagai budaya serapan dari jawa, masyarakat banjar sering menyebutnya dengan halilipan.

Ba’amar Galung Pancaran Matahari untuk perempuan menggunakan baju poko dengan lengan pendek. Dalam lengan tersebut juga dikhiasi manik manik canti yang rumbai agar mempelai wanita tampil lebih cantik lagi. Kemudian ditambah lagi aksesoris kida kida yang bentuknya segi lima untuk menambah lagi pancaran aura kecantikan. kida kida juga berfungsi untuk menutup bagian dada wanita dengan model yang elegan.

Pengantin pria bisa memakai kemeja lengan panjang dengan tambahan keranda di dadanya. Memakai jas tanpa kancing kemudian celana panjang dengan model khas Kalsel. Di pinggang pria terdapat kaian yang diikat, fungsinya sebagai penambah aksesoris juga untuk mengencangkan kain baju dan celana. Ikat pingga tersebut bermotif hallilipan.

Baca Juga : Baju Adat Kalimantan

4. Pakaian Adat Bagajah Gamuling Baular Lulut

Bagajah Gamuling Baular Lulut

Bagajah Gamuling Baular Lulut merupakan salah satu pakaian adat Propinsi Kalimantan Selatan yang sering digunakan untuk acara pernikahan. Model dan motif antara pria serta wanita berbeda coraknya meskipun pakaian adat ini khusus untuk pengantin.

Umumnya pakaian adat untuk pengantin laki laki mengenakan baju lengan pendek dengan ditambahkan manik manik yang sangat berkilau. Baju laki laki tidak memiliki kerah pada umunya, cara memakainnya bisa di kombinasikan dengan tambahan aksesoris dan manik manik lainya. Seperti ikat pingga dengan kain yang bercorak naga, kelabang atau halilipan. Serta bagian atas laki laki memakan kopiah/mahkota yang melingkar seperti bentuk ular.

Baca Juga : Pakaian Adat Kalimantan Timur

Seperti biasa pengantin perempuan bisa mengenak kemban khusus dengan corak unik untuk penutup bagian dada. Aksesoris khusus mempelai wanita adalah kuncup bunga melati, kembang begoyang untuk menghisasi beberapa bagian pakaian. Kemudian ikat pinggang, coraknya dan motifnya bisa sama dengan pria namun agak sedikit panjang. Konde menjadi penutup kepala pada pakaian Bagajah Gamuling Baular Lulut. Ciri khas dari pakaian adat ini adalah adanya banyak rentengan bunga mawar dan melati agar pengantin tampi lebih bedan dan cantik.

Mohon maaf jika ada informasi yang keliru atau salah, mungkin penulis kekurang informasi dan sudah sebaik mungkin berusaha untuk yang terbaik. Oleh sebab itu jika ada salah baik tulisan atau perkataan di tulisan mohon sampaikan agar penulis dapat mengkoreksinya. Terimakasih.

Nah itu dia sob beberapa penjelasan tentang Baju Adat Kalimantan Selatan mudah mudahn adan manfaatnya. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *