Lari Jarak Jauh – Pengertian, Teknik dasar & Peraturan

Lari Jarak Jauh – Lari adalah salah satu olahraga yang digemari oleh masyarakat banyak. Selain mudah dan murah, lari juga memiliki manfaat yang beragam. Anda pasti tidak akan asing mendengar yang namanya olahraga ini atau lebih sering kita disebut sebagai lari marathon. Olah raga yang satu ini merupakan salah satu nomor lari dalam olahraga Atletik.

Olahraga atletik ini, biasanya dalam suatu perlombaan, pelari atau atlet akan menempuh lintasan sejauh 42.195 kilometer. Lari marathon adalah perlombaan atletik yang pertama kali dilombakan dalam event olimpiade kuno, tepatnya pada tahun 490 SM. Untuk mempelajari lebih dalam lagi, mari kita mulai dengan memahami berbagai macam tekniknya, berikut penjelasannya :

Lari Jarak Jauh

Secara umum anda juga tahu bahwa olah raga bertujuan untuk menjaga jasmani agar tetap sehat dan juga mengontrol keseimbangan tubuh kita. Sehingga bila kita melakukan olah raga rutin tentu akan sangat berdampak sangat baik terhadap tubuh kita. Lari adalah salah satu olah raga yang murah karena dapat dilakukan dimana saja tanpa membutuhkan piranti tambahan lainnya.

Tentu dalam suatu event perlombaan lari baik itu lari jarak pendek, lari jarak menengah maupun lari jarak jauh tentu tidak akan bisa diadakan setiap hari, namun untuk melatih guna dalam mengikuti suatu perlombaan anda dapat berlatih kapan saja dan dimana saja. Bila dikembalikan diawal tadi dengan anda berlatih berlari ternyata terdapat manfaat – manfaat yang spesifik yang dapat anda dapatkan ketika anda melakukan latian rutin lari, berikut beberapa manfaatnya :

TeknikLari Jarak Jauh

  1. Gaya pada Teknik Start

Pada nomor atletik marathon, peraturan yang digunakan ketika start adalah berupa awalan berdiri sebagai awalan dimulainya perlombaan. Dalam awalan berdiri ini, terdapat langkah – langkah yang harus dilakukan. Tiga langkah tersebut antara lain:

Langkah 1

Pada langkah pertama merupakan awalan dari hitungan yang menggunakan hitungan satu. Kemudian atlet pelari bersiap dengan arah pandangan kedepan. Langkah ini juga dapat dilakukan dengan cara merendahkan lutut dan mengarahkan pandangan ke depan.

Langkah 2

Selanjutnya tepat pada hitungan kedua, tumpuan berat badan dari atlet atau pelari berada di kaki yang berposisi di depan. Kedua lengan harus bersiap dalam gerakan ini

Langkah 3

Kemudian dalam hitungan ketiga, atlet akan memulai gerakan berlarinya dengan mengayunkan lengan dan melangkahkan kaki secepat mungkin. Aba – aba dari para juri adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan, karena bila tidak, seabagai contoh ketika pelari mendahului aba – aba maka akan didiskualifikasi. Maka memperhatikan aba – aba akan menjadi hal yang cukup sulit mengingat sangat banyak jumlah dari peserta lari jarak jauh ini.

  1. Gaya Berlari

Gaya berlari dari olahraga ini memiliki perbedaan jika dibandingkan jenis lari yang lainnya. Sebagai contoh pada lari jarak pendek, pelari akan langsung melakukan lari secepat mungkin untuk mencapai garis finish. Akan berbeda di jenis, karena dalam marathon justru pelari akan diwajibkan untuk mengatur pernafasan dan tidak banyak membuang tenaga diawal, dikarenakan jarak tempuh lari yang lebih jauh.

Sistematika lari lebih dianjurkan seperti mesin diesel yang secara perlahan semakin cepat. Sehingga dengan efisiensi tenaga dan nafas, maka ketahanan tubuh dan fisik akan dapat terjaga dan bertahan hingga garis finish. Lebih baik lagu apabila pelari bisa melakukan gerakan lari yang stabil, di kilometer awal dan dengan sekuat tenaga pada 3 km terakhir berlari dengan secepat mungkin.

Teknik Lari Lainya

  1. Gaya pada Teknik Pernapasan

Sudah sedikit disinggung di gaya berlari bahwa pernafasan harus diatur dengan seefisien mungkin. Bahwasanya pernafasan akan menentukan bagaimana daya tahan, stamina dan kekuatan dari tubuh pelari terus terjaga hingga akhir dan memasuki garis finish. Maka bila seorang pelari dapat mengatur nafas dengan baik maka secara teori pelari tersebut akan dapat menyelesaikan perlombaan dengan baik.

Mengapa bernafas menjadi sangat penting, anda pasti tahu bahwa oksigen yang dihirup akan langsung didistribusikan ke otak maupun otot – otot tubuh sehingga semakin kencang seorang pelari berlari maka kadar oksigen yang dibutuhkan akan semakin banyak pula. Sehingga pasti kita melihat seorang pelari berlari terengah – engah kelelahan tergantung seberapa intens kecepatan lari dari si pelari tersebut.

Teknik pernafasan yang dilakukan pelari melalui mulut  akan membuat oksigen (O2) yang masuk ke tubuh dan Karbon Dioksida (CO2) yang dikeluarkan akan berjumlah lebih banyak jika dibandingkan dengan teknik pernafasan yang dilakukan melalui hidung. Teknik pernapasan semacam ini juga akan membuat kita menjadi lebih rileks ketika melakukan olahraga lari khsusnya olahraga marathon.

Dengan dilakukannya gaya pernapasan yang baik dan benar, maka akan seorang pelari atau atlet dapat mengefisienkan dan menghemat tenaga dan energi yang dia miliki, dikarenakan akan tercukupkanya oksigen untuk otot dan otak sebagai organ pusat pengatur pada tubuh manusia. Sehingga dapat dikatakan pernapasan adalah kunci utama dari olah raga lari jarak jauh atau marathon ini.

Teknik Gaya Memasuki Finish

  1. Gaya Memasuki Garis Finish

Dapat dikatakan gaya memasuki garis finish merupakan gaya penentuan yang harus dilakukan oleh atlet ketika hampir memasuki finish. Tentunya ketika semakin mendekat ke garis finish kecepatan pelari akan semakin kencang, namun bukan hanya kecepatan saja yang harus diperhatikan, gaya saat anda memasuki garis finish juga sangat penting.

Hal ini menjadi tambah penting ketika dalam suatu perlombaan lari dalam hal ini lari marathon para peserta memiliki jarak yang saling berdekatan dalam menuju garis akhir. Hal yang harus dilakukan adalah dengan melakukan teknik menjorokkan dada menuju garis finish yang biasanya disimbolkan dengan sebuah tali yang diikat di sisi kanan dan kiri.

Ketika dada Anda akan menyentuh pita pada garis finish maka dengan segera dada Anda turunkan. Namun satu hal yang juga penting adalah jangan sampai anda mencapai garis finish dan melewati pita dengan tangan, karena tindakan ini akan di anggap sebagai foul oleh dewan juri pada suatu perlombaan marathon.

ManfaatLari Jarak Jauh

  • Menurunkan Berat Badan

Dapat dikatakan lari adalah teknik dasar dari hampir kebanyakan jenis olahraga yang berbau fisik. Lari identik dengan bergeraknya seluruh tubuh. Dengan berlari pula maka oksigen akan cepat masuk ketubuh untuk menguatkan otot sekaligus melakukan pembakaran lemak yang mana akan membuat berat badan anda akan turun dan juga menuju ideal.

Baca Juga :

  1. Sejarah Lari Marathon
  2. Lari Jarak Pendek Menggunakan Start
  3. Start Lari Jarak Jauh
  • Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Dengan rajin berolah raga khususnya lari, maka anda akan terjaga daya tahan tubuh dan juga staminanya. Maka hal ini akan berdampak pada keseharian anda yang tidak mudah mengantuk dan selalu bersemangat dan energik.

  • Membuat Geometri dan Bodyshape yang Baik

Menurut teori olahraga jarak jauh atau khususnya pada marathon ini akan membuat bodyshape yang lebih baik. Biasanya atlet olahraga jarak jauh akan memiliki tubuh yang tinggi semampai dan proporsional. Hal ini akan berbeda dengan atlit jarak pendek yang biasanya erdapat bagian tubuh yang dominan dan menonjol.

Berikut telah dijabarkan pengertian, teknik dan manfaat dari lari jarak jauh. Semua mudah dan aman serta bermanfaat. Mari berolah raga!.

Terimakasih sudah mampir dan membaca postingan kali ini tentang Lari Jarak Jauh.