Lari Sprint Peraturan, Teknik Dasar | Trik Fase Latihan

Lari sprint juga dikenal dengan lari jarak pendek. Lari jenis ini kerap diperlombaan di berbagai ajang. Lari jarak pendek dalam praktiknya memerlukan kecepatan serta kekuatan yang penuh. Adapun seseorang yang memenangkan pertandingan ini adalah dia yang mampu mencapai garis finish dalam jangka waktu tersingkat.

Selain membutuhkan kecepatan yang terbaik, seorang altlit lari jarak pendek ini membutuhkan reaksi yang cepat, teknik lari yang efisien dan juga ketepatan saat melaksanakan start. Selain itu, pelari juga harus mampu mempertahankan kecepatan yang ia miliki sampai pada garis finish.

Lari Sprint

Pengertian Lari Sprint

Lari sprint merupakan salah satu perlombaan lari yang menuntut para pelarinya untuk menggunakan kecepatan penuh ketika berlari. Baik itu berlari pada jarak 100 meter, 200 meter, hingga 400 meter. Sehingga, seorang pelari harus mampu mengerahkan kekuatan yang ia miliki sejak awal sampai pada garis akhir. Seseorang yang akan mengikuti lari ini juga harus mempersiapkan tenaga ekstranya.

Sekalipun terbilang memiliki jarak yang pendek, namun para pemain atau atlit harus benar-benar mempersiapkan ajang lomba lari ini secara maksimal. Masing-masing proses memiliki aturan dan tata cara yang wajib dipahami oleh pelari. Misalnya saat start sampai pada saat akan mencapai finish. Masing-masing memiliki trik tersendiri yang harus dipahami pleh pemain.

Bahkan, ajang ini juga memberikan aturan mengenai berbagai hal yang dianggap membuat pelari tidak sah, misalnya ketika melakukan salah start melebihi jumlah tiga kali. Kemudian memasuki lintasan yang dimiliki oleh pelari yang lain atau terbukti mengganggu pelari yang lain. Selain itu, pelari yang keluar dari lintasannya sendiri pun juga dianggap pelanggar. Atau pelari yang terbukti menggunakan obat perangsang.

Trik Lari Sprint

saat melakukan lari sprint, ada beberapa trik dasar yang harus diketahui oleh pemain. Dengan beberapa trik yang ada, atlit atau pelari mampu berlari secara maksimal. Berikut adalah beberapa trik lari jarak jauh atau lari sprint yang bisa dijadikan rujukan saat akan mengikuti ajang ini.

  1. Menyondongkan Tubuh ke Depan

Trik dasar pertama untuk lari sprint adalah tubuh dicondongkan sedikit ke arah depan. Kemudian untuk kedua lengan sedikit difleksikan setidaknya 90 derajat. Sesudah itu, diayunkan secara searah dengan gerakan ketika mulai berlari.

  1. Otot dalam Kondisi Rileks

Saat proses lari ini, usahakan untuk otot bagian depan dan lengan senantiasa dalam keadaan rileks. Tujuannya agar tidak tegang dan terjadi cidera.

  1. Menolakkan Tungkai Bawah dengan Kuat

Tips lari sprint berikutnya adalah menolakkan tungkai bagian bawah dengan kuat hingga lurus. Kemudian bagian depan diangkat hingga posisinya bisa sejajar dengan tanah.

  1. Posisi Pinggang yang Tepat

Adapun untuk posisi pinggangnya harus ada dalam ketinggian yang sama. Hal ini harus dilakukan selama proses berlari sehingga semua prosesnya menjadi lebih stabil dan maksimal.

  1. Menyondongkan Badan saat Dekat dengan Garis Finish

Berikutnya adalah trik saat akan mencapai garis finis, yaitu dengan cara menyondongkan badan secara serentak kepada bagian depan. Tujuan dari hal ini adalah untuk mengantarkan dada lebih cepat dalam menyentuh pita.

Aba-Aba pada Lari Cepat

Di dalamlari sprint, ada setidaknya tiga jenis aba-aba. Di dalam setiap aba-aba, ada cara dan tekniknya tersendiri yang harus dipahami oleh setiap pelari. Berikut adalah beberapa aba-aba yang ada pada lari jarak dekat atau sprint.

  1. Aba-Aba Bersedia

Ketika pemberi aba-aba memberi aba aba bersedia, maka kedua kaki dari pelari diletakkan pada blok depan dan belakang sembari menyentuhnya. Kemudian untuk bagian lutut kaki belakangnya diletakkan pada tanah dan dipisahkan sesuai lebar bahu. Adapun untuk jari tangannya membentuk huruf V yang terbalik kemudian kepalanya dalam kondisi datar dengan punggung.

  1. Aba-Aba Siap

Aba aba yang berikutnya adalah aba-aba siap. Seorang pelari menggunakan posisi lutut yang ditekan kea rah belakang pada aba-aba ini. Kemudian untuk lutut kaki bagian depan posisinya adalah membentuk sudut 90 derajat. Adapun untuk bagian kaki yang belakang membentuk sudut sebesar 120-140 derajat. Sementara pinggangnya diangat melebihi posisi bahu.

  1. Aba-Aba Yaak

Aba-aba yang terakhir sebelum mulai berlari adalah aba-aba yaak. Pada aba-aba ini, badan dari pelari diluruskan kemudian diangkat. Posisi ini bersamaan dengan ketika kedua kaki atlit bertolak dan menekan start block. Usahakan mendorong kaki bagian belakang dengan lebih kuat. Badan harus condong ke bagian depan dan pinggang serta lutut diluruskan secara penuh

Fase Lari Jarak Pendek

Setidaknya ada dua tahap atau fase dalamlari sprint. Berikut adalah penjelasan keduanya:

  1. Fase Topang

Fase pertama ada fase Topang. Fase ini memiliki tujuan untuk memperkecil hambatan ketika seseorang sedang menyentuh tanah. Selain itu, tujuan lainnya adalah memaksimalkan dorongan ke depannya. Fase pertama ini terbagi menjadi topang depan dan topang dorong. Teknik dari fase ini adalah dengan mendaratkan telapak kaki dengan lutut kaki topang bengkok.

 Adapun teknik berikutnya adalah dengan mengayun secara lebih cepat dengan pinggang, mata kaki, sendi lutut yang diluruskan secara kuat ketika ditolakkan. Kemudian untuk pahanya diayunkan naik secara cepat kepada posisi yang horizontal.

  1. Fase Layang

Tujua dari fase Layang adalah memaksimalkan dorongan kea rah depan dan menyiapkan posisi kaki yang efektif ketika ia menyentuh tanah. Di antara teknik fase ini adalah lutut kaki bergerak ke atas dan ke depan. Dengan ayunan lengan aktif dan rileks, Sedangkan untuk kaki topang bergerak ke belakang. Kemudian lulut kaki topang bengkoknya ada pada fase pemulihan.

Peraturan Perlombaan dalam Lari Pendek

Ada beberapa peraturan mutlak dalam lombalari sprint yang wajib dipahami oleh pelari. Berikut beberapa di antaranya.

  1. Garis Start dan Finis Ditunjukkan oleh Garis

Untuk garis pada start dan finishnya ditunjukkan oleh garis dengan lebar 5 cm dari bagian batas tepi lintasannya.

  1. Peserta Mulai Berlari saat Ada Aba-Aba Ya atau Pistol

Pelari diperkenankan untuk mulai berlari ketika sudah ada aba-aba ya atau suara pistol. Adapun untuk suara pistol biasanya digunakan untuk menghindari pengecoh dari penonton.

  1. Biasanya Perlombaan Melalui Empat Tahapan

Tahapan yang biasa dipakai dalam ajang perlombaan ada empat, dimulai dari babak pertama, babak kedua, babak semi final dan terakhir babak final.

  1. Peserta Diperingatkan saat Salah dalam Start

Jika kebetulan ada peserta yang terjadi salah saat proses start, maka ia akan diingatkan oleh panitia atau wasit lomba. Dan akan didiskualifikasi jika kesalahannya sudah melebihi tiga kali.

Lari sprint atau lari jarak dekat memiliki banyak aturan dan teknik. Sekalipun lari ini terbilang tidak begitu memakan tenaga lebih seperti maraton, namun tetap diperlukan trik tersendiri agar benar-benar bisa memenangkan perlombaan. Dengan mengikuti aturan dan ketentuan yang ada, maka proses lomba akan berjalan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *