Lempar Lembing

Lempar lembing adalah tombak ringan yang dirancang terutama untuk dilempar, secara historis sebagai senjata jarak jauh, tetapi sekarang digunakan untuk salah satu cabang olahraga atletik. Lembing selalu dilemparkan dengan tangan, tidak seperti busur, anak panah dan katapel, yang menembakkan proyektil dari suatu mekanisme. Namun, memang ada perangkat dalam  membantu pelempar lembing untuk mencapai jarak yang lebih besar dan jauh, umumnya disebut pelempar tombak.

Zaman dahulu tombak selalu di gunakan oleh prajurit kerajaan. Kata lembing dalam bahasa inggris adalah javelin berasal dari bahasa Inggris pertengahan dan berasal dari javelin Prancis Lama, kecil dari javelot, yang berarti tombak. Kata javelot mungkin berasal dari salah satu bahasa Celtic.

Penjelasan Lengkap Lempar Lembing

Pada zaman dahulu lembing atau tombak ini sudah ada dan dipakai berburu oleh nenek moyang kita. Kemudian sebagai senjata dari berbagai kerajaan, tapi sekarang sudah berubah sehingga menjadi sebuah perlombaan. Agar lebih detail berikut ini penjelasan lengkap tentang lempar lembing :

1. Lembing di Zaman Pra sejarah

Ada bukti arkeologis bahwa lembing dan lempar tongkat sudah digunakan oleh fase terakhir dari Paleolitik bawah. Tujuh benda seperti tombak ditemukan di tambang batu bara di kota Schöningen, Jerman. Penanggalan stratigrafi menunjukkan bahwa senjata tersebut berusia sekitar 400.000 tahun. Benda yang digali terbuat dari batang pohon cemara (Picea) dan panjangnya antara 1,83 dan 2,25 meter. Mereka dibuat dengan ketebalan dan berat maksimum yang terletak di ujung depan batang kayu. Pusat gravitasi bagian depan menunjukkan bahwa senjata-senjata tiang ini digunakan sebagai lembing. Bilah bahu kuda yang memfosil dengan luka proyektil, berasal dari 500.000 tahun yang lalu, terungkap di sebuah tambang kerikil di desa Boxgrove, Inggris. Studi menunjukkan bahwa luka itu mungkin disebabkan oleh lembing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *