Pakaian Adat Bali Pria Anak & Dewasa Modern ke Pura

Pakaian adat Bali pria adalah salah satu pakaian adat yang unik dan mengalami revolusi. Jika dahulu pria Bali tidak memiliki atasan sebagai bagian dari pakaian adatnya kini pria Bali mengenakan seperti kemeja atau jas berkerah untuk atasannya.

Bali merupakan pulau wisata yang sangat indah dan kaya akan budaya. Salah satu budaya yang mencolok adalah pakaian khas Bali pria dan wanita. Ya, selain itu pakaian adat Bali bisa dibilang unik karena warnanya yang bermacam – macam. Pakain adat Bali juga memiliki corak dengan nilai estetika yang tinggi.

pakaian adat bali pria

Pakaian adat ini tidak hanya digunakan saat acara atau ritual keagamaan namun dalam keseharian pun masyarakat Bali banyak yang mengenakannya.

Bisa dibilang pakaian adat Bali mengalami revolusi di sana sini. Namun, rasa dan kesan Hindu yang mana agama mayoritas tentulah masih terasa. Hal ini karena pakaian adat Bali pun memiliki makna dan rasa tersendiri. Berikut adalah ulasan bagian pakaian adat Bali khususnya pria:

Bagian – Bagian dariPakaian Adat Bali Pria

Pria bali pada kehidupannya sehari hari tidak lepas dari baju tradisionalnya. Yaps karena mereka sangat mencintai budayanya itu hingga di sangat menyukai berpakaian gaya bali. Daya tari wisata orang luar negeri ke pulau dewata selain pantainya yang indah yaitu mereka ingin melihat budaya bali khusunya pakaian adat. Ok ini dia yang bisa di pake pria bali :.

  1. Udeng – Ikat kepala

Udeng merupakan salah satu ornamen pakaian adat Bali pria yang berfungsi sebagai penutup kepala. Udeng bisa dibilang sebagai salah satu ornamen yang penting dalam pakaian adat Bali, karena penggunaannya yang tak bisa dilepaskan saat acara – acara penting. Jadi para pria di Bali hampir setiap saat dalam hidupnya mengenakan udeng untuk hampir segala kegiatannya, terutama kegiatan yang berhubungan dengan agama.

pakaian adat bali pria Udeng – Ikat kepala

Baca Juga : Pakaian Daerah Bali

Bagian penutup atau ikat kepala yang satu ini banyak sekali di jual di mana – mana bahkan di objek wisata sekalipun. Bagian dari pakaian adat untuk laki – laki ini biasanya dijadikan oleh – oleh khas Bali bagi para wisatawan. Namun kebanyakan orang terutama wisatawan asing tidak mengetahui makna dan jenis dari udeng.

Jika Anda berkunjung ke Bali Anda akan menemukan udeng polos dan bermotif batik. Nah sebenarnya udeng memiliki fungsi tersendiri yang biasanya hanya orang Bali dan hindu yang tahu. Udeng polos biasa digunakan untuk kegiatan atau ritual keagamaan Hindu.

Jadi para pria banyak menggunakan udeng polos untuk beribadah di Pura, perayaan hari besar dan acara keagamaan lainnya. Sedangkan udeng bermotif batik atau corak khas Bali biasanya digunakan untuk keseharian saja. Udeng dan pria seperti hal yang tak dapat di pisahkan bagi pria Bali.

Tahukah Anda bila udeng sendiri sebenarnya memiliki arti filosofi bagi masyarakat Hindu. Keberadaan simpul di bagian tengah udeng menyimbolkan keharusan untuk berpikir tenang dalam menghadapi kehidupan sehari – hari dan juga khusuk saat melaksanakan kegiatan keagamaan.

  1. Kamen – Bagian Bawah

Kamen adalah bawahan dari pakaian adat Bali yang dikenakan pria. Kamen sebenarnya banyak digunakan oleh pria maupun wanita Bali. Kamen ada dasarnya adalah kain persegi empat seperti sarung dan digunakan sebagai bawahan. Penggunaannya dengan cara melilitkan ke tubuh lalu mengikatnya.

pakaian adat bali pria Kamen – Bagian Bawah

Penggunaan kamen sendiri sebenarnya agak berbeda antar pria dan wanita, walau kamen yang digunakan sama. Kamen memiliki lebar skitar 2 m dan tinggi 1 m. Kamen pada pria digunakan dengan cara diikatkan di pinggang dari sebelah kiri ke arah kanan. Lalu dibentuk lipatan di bagian tengah depan hingga membentuk simpul yang mirip dengan sarung.

Baca Juga : Baju Adat Sunda Modern

Selain itu ada juga tata cara syarat penggunaan kamen yaitu jarak kain bawah dengan telapak kaki harus berjarak sekitar 1 jengkal. Bagian tengahnya sengaja dibuat lancip dan menjulur ke bawah, ke arah tanah. Hal ini dilakukan sebagai penghormatan tanah leluhur masyarakat Bali. Tak hanya itu, simpul atau ikatan pada kamen juga menyimbolkan sebuah pengabdian.

  1. Baju Safari (Jas Berkerah)

Baju yang satu ini salah satu bagian penting juga dalam pakaian adat Bali pria. Pakaian sejenis kemeja berwarna polos berkerah dan berkancing. Tak ada corak yang khusus yang digunakan, biasanya masyarakat Bali mengenakan kemeja putih polos untuk atasan pakaian adat mereka. Ya, mungkin agak sedikit berbeda dengan atribut lain yang memiliki corak dan aturan tertentu.

pakaian adat bali pria Baju Safari (Jas Berkerah)

Selain itu tidak ada aturan khusus dalam pembuatan atau pemakaian baju ini. jadi para pria bebas mengenakan kemeja polos mereka yang berwarna putih asal masih terlihat bagus dan selaras dengan atribut lainnya seperti udeng, kamen dan lain lain.

Bahkan tak jarang model kemeja yang dikenakan tidak sama satu dengan yang lain, seperti posisi kantung kemeja yang berada di atas, atau bawah, kiri atau kanan. Bahkan terkadang ada sedikit corak bawaan pabrik pun bukan suatu masalah bagi baju adat Bali.

  1. Saput

Saput adalah kain yang dikenakan di atas kamen. Jadi pemakaiannya ketika kamen terpasang dengan benar barulah di balut dengan saput. Cara menggunakannya sangat mudah hanya perlu dililitkan di pinggang lalu diikatkan dengan simpul. Kain ini sangat diperlukan saat upacara keagaamaan. Fungsi dari saput adalah untuk menyembunyikan lekuk tubuh saat upacara  atau ritual keagaamaan berlangsung.

pakaian adat bali pria Saput

  1. Sabuk Selendang Pakaian Adat Bali Pria

Adapun tambahan setelah kamen dan saput adalah sabuk selendang. Tambahan pakaian ini bukanlah aksesoris semata. Cara pemakaiannya juga mirip yakni hanya dengan melilitkannya di pinggang dan diikatkan dengan membuat simpul hidup di bagian depan. Jadi pada dasarnya  penggunaannya sangat mirip dengan saput.

pakaian adat bali pria Sabuk Selendang

Pakaian adat Bali selalu tak lepas dari yang namanya arti filosofinya. Ya, termasuk sabuk selendang. Walau terlihat sepele, namun selendang memiliki arti tersendiri bagi masyarakat Bali khususnya pria yang mengenakannya. Sabuk selendang memiliki arti bahwa si pemakainya dapat mengendalikan diri dan terhindar dari hal negatif. Hal ini kiranya sangat penting bagi pria Bali.

  1. Saput Poleng

Ada pakaian adat Bali yang lain bernama saput poleng. Namun  atribut pakaian yang satu ini terpisah dari pakaian yang sebelumnya dijelaskan di atas. Jika kita perhatikan terkadang kita menemukan kain yang bermotif kotak – kotak, berwarna hitam putih, di kenakan oleh beberapa pria, di kenakan saat upacara keagaaman, terkadang juga disampirkan di atas pohon dan patung.

pakaian adat bali pria Saput Poleng

Hal ini menunjukkan bahwa saput poleng sangat lah sakral hingga hanya orang dan situasi tertentu saja kain saput poleng dapat digunakan. Masyarakat Bali sangatlah kental makna dalam pakaian adat mereka. Tak terkecuali saput poleng yang benar benar tidak boleh sembarangan dalam pemakaiannya. Jadi harus sangat diperhatikan siapa yang menggunakan, dan saat kondisi yang bagaimana kain ini boleh digunakan

Warna hitam bermakna hal negatif seperti keburukan, kesengsaraan, kesedihan, kegelapan, keburukan. Sedangkan putih bermakna positif seperti kebaikan, kebahagiaan, anugerah, kebenaran , pencerahan. Yang mana hal ini bermakna bahwa manusia selalu hidup di antara dua kondisi ini dan harus dapat membedakan yang  baik dan yang buruk.

Hidup hanyalah ada dua sisi hitam dan putih dan masyarakat Bali percaya semua manusia selalu hidup di kedua sisi tersebut. Tidak ada manusia yang hanya hidup di satu sisi saja.

Terimakasih kawanku sudah mampir pada postingan ini dengan pembahasan Pakaian Adat Bali Pria.