Pakaian Adat Betawi Daftar Nama dan Penjelasanya Sejarah

Pakaian Adat Betawi – Perlu disadari bahwa kebudayaan merupakan salah satu warisan yang berharga bagi generasi muda suatu bangsa. Bangga akan budaya sendiri sangat perlu, demi terbentuknya identitas yang hakiki bagi suatu bangsa. Setelah mengetahui seberapa penting untuk terus melestarikan kebudayaan di Indonesia, termasuk juga Betawi, maka Anda perlu untuk mengetahui berbagai macam dari pakaian tradisional Betawi. Pakaian adat ini dibagi berdasarkan pakaian adat pria dan juga wanita.

Pakaian adat atau tradisional dapat saja dimodifikasi menjadi lebih menarik dan mampu membuat banyak turis berdatangan dan menghasilkan uang dalam jumlah yang banyak. Hal itu bisa saja digunakan oleh generasi muda Indonesia dalam berbisnis.

Pakaian Adat Betawi

Hal ini sangat mirip dengan orang Jepang yang sangat menyukai dan mencintai budaya mereka. Hebatnya lagi ada tidak hanya pakaian adat yang mereka perkenalkan, misalakan saja gaya hidupdan seni pertunjukan berbau serba Jepang. Hal itu mampu mempenetrasi pola pikir kaum muda Indonesia.

Coba bayangkan dari projek seperti itu saja mereka sudah dapat memperoleh banyak sekali keuntungan. Hal itu dikarenakan, generasi muda orang Jepang sangat menyukai budaya mereka, terus memperkenalkan kepada bangsa lain mengenai budaya mereka, dan memodifikasi budaya mereka.

Dengan melakukan hal tersebut, maka mereka akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar dan menjadi itu sebagai konsep untuk berbisnis. Indonesia bisa saja meniru pola pikir seperti itu. Jadi sebagai generasi muda, Anda harus selalu bangga dengan kebudayaan sendiri dan terus menerus melakukan perkenalan dengan bangsa lain mengenai budaya di Indonesia dan melakukan modifikasi.

Beralih mengenai hal tersebut, salah satu pakaian adat yang dulu sempat terkenal dan sekarang sudah mulai hilang adalah pakaian adat Betawi. Pakaian adat jenis ini mulai terkenal dimulai dari ketika adanya film layar kaca yang berjudul “Si Doel”.

Menariknya Pakaian Adat Betawi

Walaupun memang budaya Betawi tidak hanya sekedar pakaian tradisionalnya saja yang menarik, melainkan Ondel- Ondel dan juga pencak silat. Budaya tersebut sangat penting untuk dilestarikan. Tidak perlu menunggu sampai ada negara lain yang ingin merebut kebudayaan Indonesia, baru Anda tersadar bahwa itu adalah penting dan merupakan milik Indonesia.

Pakaian adat Betawi yang sangat umum digunakan terutama pada jaman dahulu dibagi berdasarkan pria dan wanita. Pada masing-masing bagian pembagian tersebut juga memiliki aksesoris pelengkap yang menambah kesan unik dari pakaian adat ini.

Pakaian Khas Betawi Pria dan Wanita Sehari-Hari

  1. Pakaian Adat Pria

Pakaian tradisional masyarakat pria di Betawi biasa menggunakan baju yang dinamakan Sadariah. Baju ini hanya memiliki satu warna saja yaitu hitam. Bentuk atau model sangat mirip dengan desain baju koko. Perbedaan yang terlihat sangat mencolok terletak pada tidak adanya bordiran yang saat ini terdapat di desain baju koko modern.

Jadi bisa dikatakan bahwa baju sadariah ini adalah versi polos dan hitam dari baju koko. Namun, tidak sembarangan pria dengan berbagai usia dapat menggunakan pakaian yang satu ini pada jaman dahulu. Pria yang menggunakan baju Sadariah adalah pria Betawai yang sudah dewasa atau biasa dipanggil dengan sebutan Abang.

Sebagai bawahan, pria Betawi menggunakan celana kain berwarna gelap seperti hitam. Selain dari celana polos, ada beberapa yang menggunakan bahan celana dengan motif batik dengan panjang lebih panjang sedikit daripada lutut.

Pakaian Adat Betawi Pria

Untuk membuatnya menjadi tampil lebih menarik, biasanya masyarakat pria Betawi menggunakan beberapa aksesoris, seperti peci dan selendang. Peci biasa digunakan sebagai penutup kepala dan beberapa ada yang menggunakan kain batik untuk dijadikan sorban.

Jadi warna peci yang diguankan juga tidak sembarang warna, melainkan yang berwarna hitam maupun yang berwarna merah dan semuanya terbuat dari bahan beludru. Jika yang digunakan untuk menutup kepala adalah kain batik, maka motif yang digunakan biasanya memiliki warna yang tidka mencolok.

Kemudian, selendang, biasa digunakan pria Betawi dengan menyampirkan di daerah bahu atau mengalungkan di bagain leher. Kain selendang tersebut dapat bermotifkan kotak-kotak maupun garis-gari saja yang mana mirip dengan kain sarung.

  1. Pakaian Adat Betawi Perempuan

Setelah selesai membahas mengenai pakaian adat Betawi untuk pria, maka yang akan dibahas selanjutnya adalah pakaian adat Betawi untuk wanita. Pakaian yang biasa dipakai oleh perempuan biasanya berbeda dengan apa yang dipakai oleh pria baik dalam segi model maupun warna.

Pakaian Adat Betawi Perempuan

Dari segi model, pakaian adata perempuan adalah baju kurung. Baju ini memiliki warna yang sangat mencolok dan terang, sehingga sangat berbanding terbalik dengan pakaian adat yang dipakai kaum pria. Sedangkan untuk bawahan, pakaian adat yang biasa digunakan adalah kain sarung bermotif.

Ada beberapa baju kurung dengan lengan pendek. Walaupun memang biasanya baju kurung yang ada memiliki lengan yang panjang.Sebagai penutup kepala, kaum perempuan Betawi biasa menggunakan kain kerudung.

Kerudung yang dipakai juga memiliki warna yang biasanya disamakan dengan warna baju. Walaupun demikian, juga terdapat kerudung dengan warna yang berbeda dari baju yang dipakai. Kerudung tersebut biasa berupa kain selendang dan memakainya juga hanya disampirkan di bagian kepala dan menyampirkan bagian ujung kain di kanan dan kiri bahu.

Sedangkan aksesoris yang sering dipakai oleh kaum perempuan, biasanya berupa anting-anting, kalung, maupun gelang yang terbuat dari emas.

Pakaian Adat Betawi Resmi

Pakaian adat Betawi yang biasa digunakan oleh masyarakat Betawi pada jaman dahulu dibedakan antara baju untuk keseharian dengan baju yang biasa dipakai ketika ada acara yang formal atau resmi. Namun, sebagian besar pada jaman dahulu, pakaian resmi banyak digunakan oleh kaum bangsawan.

Hanya saja jaman sekarang, baju jenis ini sudah banyak digunakan oleh masyarakat secara luas. Pakaian adat Betawi yang satu ini dinamakan dengan Baju Ujung Serong. Bahkan yang lebih membanggakan lagi adalah baju ini digunakan oleh para PNS di wilayah ibukota DKI Jakarta.

Penggunaan Baju Ujung Serong ini oleh para PNS DKI Jakarta juga bukan berarti digunakan setiap harinya. Melainkan hanya pada hari-hari spesial saja atau saat tertentu saja. Hal ini juga sebenarnya merupakan upaya pemerintah dalam rangka melestarikan kebudayaan dari pakaian khas Betawi.

Baju Ujung Serong ini bentuknya mirip dengan kemeja. Jadi cara penggunaannya adalah sebagai baju dalam. Sedangkan untuk outer atau baju bagian luar, biasanya menggunakan jas. Celana bawahan yang biasa digunakan memiliki warna yang senada dengan warna jas yang dikenakan.

Sebagai aksesoris tambahan, baju ujung serong tersebut juga ditambahkan dengan kain batik dengan pola geomteris yang dipasangakan di pinggang sampai dengan ke lutut. Sedangkan aksesoris lain yang biasa dipakai pada saat menggunakan baju formal ini adalah kopyah dan juga arloji yang dimasukkan ke dalam saku jas dengan rantai yang menjuntai keluar dan terhubung dengan arloji tersebut.

Untuk menambah kewibaan, maka terdapat senjata yang biasa disampirkan pada bagian pinggang dan disebut dengan pisau raut atau badik. Sedangkan untuk alas kaki, masyarakat Betawi pada saat acara formal biasa menggunakan sepatu pantopel.

Sedangkan kaum perempuan, tetap biasa menggunakan baju kurung, selendang yang digunakan untuk kerudung, dan juga kain batik untuk bawahan. Perbedaan yang ada hanyalah pada tingkat kemewahan kain dan kualitas motif dan kain yang digunakan  saja yang mana pada acara resmi jauh lebih bagus dibandingkan dengan pakaian sehari-hari.

Kunjungi Juga Sob Postingan Lainya Tentang :

Apablia ada salah salah kata dalam tulisan atau informasi yang keliru mohon kalian sahabtku untuh memberitahukan kepada kami ke alamat kontak web ini.Oke sob terimakasih sudah mampir ke postingan kali ini mengenai Pakaian Adat Betawi, mudah mudahan bisa mengambil ilmu, pengetahuan dan manfaatnya. Terimaksih.