Pakaian Adat Sunda Jenis Jenisnya + Gambar & Penjelasanya

Pakaian Adat Sunda - Indonesia memang memiliki kekayaan budaya yang sangat banyak. Bahkan bisa dikatakan jauh melebihi jumlah dari yang ada dari setiap negara yang ada di dunia. Jumlah dari bahasa yang dipakai oleh berbagai suku dari Sabang sampai Merauke adalah sebanyak 742 bahasa.

Sedangkan untuk pakaian adat tradisional berjumlah 34. Maka dari itu setiap daerahnya memiliki kebudayaan masing-masing dan begitu juga dengan daerah Jawa Barat yaitu khususnya suku Sunda. Pakaian adat Sunda ini sangat erat kaitannya dengan sejarah yang terjadi di daerah tersebut.

Pakaian Adat Sunda

Pada jaman dahulu, masyarakat Sunda memiliki 3 macam pakaian adat tradisional yang dibagi berdasarkan dengan strata sosial. Ketiga pakaian adat ini akan dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut.

Jenis dari pakaian adat yang ada di Jawa Barat ini dibagi berdasarkan strata sosial yang ada pada jaman kolonial Belanda. Walaupun memang saat ini hanya lebih diperuntukkan bagi pelestarian kebudayaan yang ada.

Jenis baju yang pertama diperuntukkan bagi masyarakat biasa atau sering disebut dengan rakyat jelata. Sedangkan yang kedua adalah pakaian adat yang ditujukan bagi jaum saudagar. Kemudian yang terakhir ditujukan untuk menandakan bahwa penggunanya adalah dari kaum bangsawan.

Jenis Pakaian Adat Sunda

  1. Pakaian Adat Rakyat Jelata

Pakaian pria dan perempuan memiliki nama dan bentuk yang berbeda. Perempuan Sunda jaman dahulu biasanya menggunakan pakaian yang disebut dengan pakaian adat Mojang. Pakaian ini bisa berupa pakaian yang polos maupun memiliki hiasan.

Pada pakaian yang memiliki hiasan, biasanya pakaian tersebut dihiasi dengan manik-manik, maupun sulaman dari benang dengan berbagai bentuk. Selain itu terdapat bagian dari pelengkap dari pakaian adat untuk wanita ini, seperti kain kebat, kutang, kamisol, dan ikat pinggang (biasa disebut dengan beubeur).

Sedangkan pada bagian alas kaki, perempuan jaman dahulu biasa menggunakan sandal keteplek maupun selop yang biasanya warna diserasikan dengan warna baju. Selain itu, pada tatanan rambut biasanya disanggul rapi dan mengenakan tusuk konde.

Pakaian Adat Sunda Rakyat Jelata

Terkadang, sanggul pada rambut tersebut juga dihiasi dengan berbagai hiasan bunga untuk mempercantik diri. Kemudian, perempuan Sunda pada jaman dahulu juga terbiasa dalam menggunakan selendang pemanis, gelang, cincin, kalung, atau pun bros.

Sedangkan pada bagianbawahan ada yang berkain panjang dan ada yang pendek. Namun, keduanya biasa terbuat dari bahan batik. Bagian bawahan dengan kain yang panjang biasa disebut dengan sarung kebat.

Lalu, bawahan dengan kain pendek biasa disebut dengan Sinjang Bundel. Kain bawahan pendek tersebut biasanya sampai dengan betis. Jadi itu adalah pakaian adat perempuan dengan strata rakyat jelata pada jaman dahulu.

Saat ini, pembagian pakaian adat berdasarkan strata sudah tidak berlaku lagi. Jadi penggunaannya lebih ditujukan pada pelestarian kebudayaan saja. Setelah membahas mengenai pakaian adat Sunda untuk wanita, sekarang saatnya membahas pakaian untuk pria.

Pria Sunda jaman dahulu menggunakan celana tradisional kedodoran yang disebut dengan celana komprang. Bagian baju adat untuk pria biasa disebut dengan Salontreng. Kemudian pasangan dari baju dan celana biasa dinamakan Baju Pangsi. Baju Pangsi tersebut biasanya disediakan dalam warna yang gelap, seperti hitam. Ciri khas lainnya adalah sarung yang dikenakan menyilang dengan mengalungkannya melewati bahu.

Pakaian Khas Sunda Lainya

  1. Pakaian Adat Kaum Saudagar

Pakaian adat Sunda yang akan dibahas selanjutnya adalah mengenai pakaian adat yang biasa digunakan oleh kaum saudagar yang termasuk ke dalam kaum menengah pada jaman dahulu. Jika dilihat secara sekilas, maka akan terdapat penampilan yang sangat berbeda antara pakaian adat rakyat jelata dibandingkan dengan yang dipakai oleh kaum saudagar ini.

Perbedaan yang nyata terdapat pada tingkat kemewahan dan lebih cenderung tertutup alias panjang, terutama untuk pakaian adat perempuan.Pakaian adat kalangan menengah Sunda jaman dahulu untuk pria, lebih cenderung pada penggunaan jas dengan berbagai warna sebagai atasan.

Pakaian Adat Sunda Kaum Saudagar

Kemudian pada bagian bawah seringkali menggunakan kain batik tradisional sebagai bawahan. Sedangkan pada bagian kepala, pria Sunda dari kalangan ini biasa menggunakan kain di kepala yang dinamakan bengker.

Sedangkan untuk hiasan atau aksesoris, kaum pria pada jaman itu biasa menggunakan arloji yang biasa disimpan ke dalam saku jas yang juga diikat dengan menggunakan rantai emas. Gaya menggunakan arloji seperti ini sebetulnya mirip dengan gaya yang diadopsi dari Eropa juga pada masa lalu.

Sedangkan perempuan biasanya menggunakan pakaian kebaya dengan motif hiasan yang cenderung lebih mewah dan bervariasi. Warna pakaian juga bermacam-macam. Adapun untuk bagian bawahan, kaum perempuan Sunda jaman itu biasa menggunakan kain kebat panjang.

Selain itu pada pakaian kebaya juga diikat dengan menggunakan ikat pinggang. Lalu alas kaki juga biasa mengenakan selop yang warnanya dipadukan dengan warna kebaya, agar penampilan semakin terlihat manis.

Pada kaum perempuan jenis dari kalangan ini juga biasa menyanggul rambut dan memberikan berbagai hiasan pada bagian sanggul mereka. Selain itu, menggunakan berbagai macam perhiasan, seperti anting emas, kalung, gelang, maupun cincin.

Jika pada aksesoris pakaian adat perempuan lebih cenderung pada perhiasan, jika pria  lebih cenderung kepada menggunakan ikat pinggang, logen yang merupakan ikat kepala yang mana memiliki model Barambang Semplak dan Hanjuang Nangtung.

Pakaian Adat Sunda yang Lain

  1. Pakaian Adat Untuk Bangsawan

Selesai dengan pembahasan pakaian adat Sunda untuk kaum menengah, maka pembahasan berikutnya berkaitan dengan pakaian adat yang biasa digunakan oleh kaum bangsawan Sunda pada jaman dahulu.Kaum ini biasa mengguanakan atasan berupa jas yang terbuat dari beludru yang mana dijahit dengan benang emas.

Dengan penampilan seperti ini, bisa Anda bayangkan jaman dahulu akan sangat mudah untuk membedakan strata orang berdasarkan pada pakaian yang dikenakan. Kalangan ini adalah kalangan dengan strata tertinggi pada masyarakat Sunda.

Tak hanya bagian atasan yang mewah, bahkan pada kaum pria bangsawan juga biasa menggunakan sabuk yang juga terbuat dari emas. Pada bagian kepala, kaum pria bangsawan biasa menggunakan penutup kepala yang disebut dengan bendo.

Kemudian, pada bagian alas kaki biasa menggunakan selop dengan warna hitam. Kemudian, pada pakaian adat bangsawan untuk perempuan juga biasa menggunakan atasan yang terbuat dari bahan beludru. Atasan yang biasa dipakai ini juga memiliki model kebaya.

Pakaian Adat Sunda Bangsawan

Pada kebaya berbahan beludru tersebu juga biasa menggunakan hiasan untuk memperindah penampilan dengan menggunakan manik-manik maupun sulaman dengan berbagai macam warna. Untuk bawahan, kaum bangsawan perempuan biasa menggunakan kain kebat khusus dengan batik bermotif rereng.

Bagian alas kaki yang dipakai juga sama dengan yang biasa digunakan oleh kaum pria bangsawan yaitu selop yang terbuat dari bahan beludru. Pada bagian kepala, juga biasa menggunakan berbagai macam perhiasan, seperti hiasan rmabut yang terbuat dari emas dan juga bunga.

Sedangkan untuk perhiasan lainnya, kaum perempuan Sunda dari kalangan ini biasa menggunakan cincin, kalung, dan juga gelang yang terbuat dari perak maupun emas.Namun, saat ini pakaian adat dengan pembagian strata sudah tidak lagi diterapkan dan penggunaannya ditujukan pada pelestarian budaya.

Jangan Lupa Sob Baca juga konten lainya tentang :

Baju Adat Kalimantan Bagian Dari Budaya Negara Indonesia

Pakaian Adat Papua Barat Sangat Unik dan Anti mainstream

Pakaian Adat Riau Budaya Serta Tradisi Dari Tanah Melayu

Nah Sob Itu Pembahasan kali ini tentang Pakaian Adat Sunda mudah mudahan ada Manfaatnya Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *