Pakaian Daerah Sunda Desain Unik Cantik Khas Jawa Barat

Pakaian daerah Sunda adalah salah satu dari ribuan kekayaan budaya Nusantara berupa pakaian adat khas daerah. Eksistensinya selalu dijaga dan terus dilestarikan oleh masyarakat Sunda sendiri dengan tujuan pakaian Sunda akan terus dikenal dari generasi ke generasi agar kelak para generasi muda tidak merasa malu dan canggung bila memakainya.

Ragam Pakaian Daerah Sunda

Seperti halnya pakaian adat di daerah lainnya, pakaian daerah Sunda juga memiliki banyak nilai yang dikandung di tiap jahitan dan hiasan yang ada di pakaian adat tersebut. Nilai tersebut dapat berupa nilai sosial budaya, dan juga berupa filosofi didalamnya. Bila semua nilai dikaitkan, tentu akan membentuk satu kesatuan makna dan juga jati diri dari apa yang selama ini masyarakat Sunda bawa. Berikut penjelasannya:

pakaian daerah sunda

Macam – Macam Pakaian Daerah Sunda

Ada berbagai macam pakaian khas sunda sobat harus mengetahui diantaranya seperti :

  • Pakaian adat Mojang
  • Pakaian jajaka
  • Pakaian kaum menengah pria
  • pakaian adat rakyat biasa pria
  • pakaian adat rakyat biasa wanita
  • pakaan kaum menengah wanita
  • pakaian bangsawan wanita
  • pakaian bangsawan pria
  • pakaian pengantin sunda siger

Nah itu dia klasifikasi baju khas sunda. Memang terdengar seperti membeda bedakan derajat. Tapi itu merupakan peninggalan nenek moyang zaman dahulu pada saat masih berbentuk kerajaan. Tapi sekarang saya kira klasifikasi tersebut sudah terhapuskan, itu hanya sebagai pengetahuan saja. Bahwa pada zaman dahulu nenek moyang sunda kebiasaan pakaianya ya seperti itu. Penjelasan di atas sebagai berikut:

  1. Pakaian Adat Mojang

Pakaian daerah Sunda yang satu ini adalah sering disebut sebagai pakaian adat mojang disini dimaksudkan bahwa pakaian ini umunya dikenakan oleh mojang atau gadis yaitu berupa pakaian kebaya yang umumnya bersifat minimalis, sedikit corak warna yang bertabrakan. Yang menghiasi bagian dari pakaian adat ini adalah biasanya sulaman atau manik – manik, namun bisa dalam satu terdapat dua jenis hiasan tersebut.

Pakaian Adat Mojang

Kemudian kain kebat dilepe, didalamnya dikenakan kamisol atau pakaian dalam agar tidak menerawang bagian tubuh didalamnya. Untuk pagian panggul dikenakan beubeur atau ikat pinggang, sedangkan di bagian bawah atau kaki, alas kaki yang digunakan biasanya memakai sandal selop yang biasanya memiliki padupadan warna yang selaras dengan warna dari kebaya yang kenakan.

Baca Juga : Pakaian adat Indonesia keunikan desain yang menakjubkan

Sebagai tambahan dan pemanis, ditambahi sebuah karrembong atau selendang yang dikenakan di sisi bahu dengan desain selendang yang bebas tidak norak. Biasanya pada wanita, tatanan rambut sangat penting, sehingga untuk penggunaan pakaian adat ini biasanya digunakan pada suatu acara adat atau resmi, sehingga biasanya rambut disanggul rapi memakai hiasan bunga dan tusuk konde, tambahan lainnya, perhiasan berupa bros, gelang. Kalung dan cincin juga sering sekali digunakan.

  1. Pakaian Jajaka

Pakaian daerah Sunda yang ini adalah sering disebut dengan pakaian jajaka atau pakaian berupa jas tutup atau jas takwa dengan warna bebas yang sekilas mirip dengan beskap yang ada di Jawa Tengah. Bawahannya mengenakan celana panjang berwarna senada biasanya, dengan tambahan berupa kain dodot yang memiliki motif yang bebas. Tambahan iket atau bendo, dan juga bagian alas kaki berupa sepatu selop dan rantai kuku macan serta jam rantai sebagai hiasan.

Pakaian Jajaka

  1. Pakaian Kaum Menengah Pria

Pakaian daerah Sunda yang dikhususkan untuk pria nampak lebih simple dalam aksesorisnya, baik itu dalam pakaian adat gololongan rakyat biasa, menengah dan juga bangsawan. Hal ini didasari atas makna kesederhanaan yang dinjunjung dan dimaknai untuk para pria Sunda.

pakaian daerah sunda  Kaum Menengah Pria

Baca Juga : Pakaian Adat Papua

Pakaian kaum menengah pria bermacam – macam jenis dan modelnya. Secara umum tediri atas baju bedahan putih, kain kebat batik. Fungsi kain tersebut sebagai sabuk, iket atau bendo. Kemudian alas kaki berupa sandal tarumpah, atau biasanya dapat di campur dengan budaya modern berupa sandal – sandal selop dan sepatu. Kemudian arloji berantai emas sebagai aksesoris tambahan yang ditempatkan pada saku baju.

  1. Pakaian Adat Rakyat Biasa Pria

Jauh lebih sederhana, untuk pakaian adat pria dari golongan rakyat biasa umumnya hanya mengenakan celana komprang atau berukuran upsize atau juga dapat disebut pangsi yang diperlengkapi dengan sabuk sebagai pengikat bagian panggul.

pakaian daerah sunda Adat Rakyat Biasa Pria

Selain itu juga baju kurung, iket atau bendo, dan biasanya memakai kain sarung yang diselempangkan dari bahu kanan kearah pinggang sebelah kiri atau sebaliknya karena memang tidak ada aturan khusus dan alas kaki berupa sandal tarumpah, sandal jepit atau sandal modern berupa kulit maupun karet.

  1. Pakaian Adat Rakyat Untuk Wanita Biasa

Pakaian yang digunakan untuk wanita dari golongan rakyat biasa juga cukup simple. Menggunakan kain batik panjang, ditambah dan dikat dengan ikat pinggang, kutang atau kamisol. Sebagai pakaian dalam, baju kebaya dan untuk mempercantik yaitu dengan tambahan selendang batik yang dikenakan di bagian bahu.

Pakaian Adat Rakyat Untuk Wanita Biasa sunda

Baca Juga : Pakaian Adat Bali Pria Anak

Sebagai hiasan tambahan bebas, dapat berupa gelang akar bahar, suweng pelenis, cincin polos dari perak yang disepuh emas dan alas kaki berupa sandal keteplek atau sadal jepit.

  1. Pakaian Kaum Menengah Wanita

Sama halnya seperti pakaian kaum pria menengah, pada pakaian daerah Sunda yang satu ini khusus digunakan oleh para kaum menengah wanita. Biasanya atasan berupa kebaya berwarna lebih bervariasi akan dilselaraskan dengan kain kebat batik. Kemudian di ikat pada tubuh dan hanya sebatas mata kaki. Pengikat dipanggul, sama digunakan pula beubeur atau ikat pinggang.

Pakaian Kaum Menengah Wanita sunda

Memeperindah atasan, baisanya digunakan selendang berwarna selaras atau lawan warna yang cocok. Sedangkan pada alas kaki berupa selop atau kelom geulis. Tambahan yang tidak wajib namun memperindah bila digunakan adalah kalung, giwang, gelang, dan cincin yang terbuat dari emas.

  1. Pakaian Bangsawan Wanita

Pakaian daerah Sunda yang satu ini cukup jarang digunakan pada masa penjajahan, karena hanya yang benar – benar putri bangsawanlah yang hanya bisa mengenakan pakaian ini. Namun seiring berjalannya waktu, semua orang kini telah boleh memakainya.

Pakaian Bangsawan Wanita sunda

Yang membedakan dengan pakaian mojang yang dijelaskan sebelumnya adalah pada pakaian.  Bangsawan wanita ini adalah pakaian berupa kebaya berbahan kain bludru.  Biasanya memiliki corak hiasan berupa corak yang sewarna dengan warna kebaya. Namun bisa lebih terang maupun gelap warnanya, dan yang paling sering adalah dengan hiasan benang emas yang berpadu padan dengan kain berwarna gelap.

Di bagian bawahan, biasanya menggunakan kain kebat yang memiliki motif rereng. Alas kaki berupa sepatu selop yang juga berbahan bludru yang sewarna dengan warna kebaya. Kemudian ditambah dengan hiasan berupa manik – manik atau sulaman emas. Sebagai aksesoris tambahan untuk mempercantik pemakainya, biasanya menggunakan perhiasan dari emas. Emas Tersebut bertahtakan berlian berupa giwang, gelang, cincin, kalung, tusuk konde, dan sebagainya.

  1. Pakaian Bangsawan Pria

Untuk pria bangsawan pakaian dikenakan terdiri atas jas dengan bahan dasar bludru. Celana panjang bahan bludru berwarna hitam yang diberi tambahan hiasan. Berupa sulaman benang emas yang serupa dengan kebaya yang digunakan pada wanita bangsawan,. Selain itu kain dodot motif rereng parang rusak,  sabuk, iket atau bendo dengan motif yang selaras. Kemudian di padu dengan dodot sebagai aksesori dibagian kepala berupa penutup kepala. Selanjutnya alas kaki berupa sepatu selop hitam atau warna gelap. Bisa juga mengenakan jas tutup warna hitam, kain kebat batikmotif rereng, tutup kepala juga bermotif rereng, sabuk, jam rantai sebagai hiasan pakaiannnya .

Pakaian Bangsawan Pria sunda

  1. Pakaian Pengantin Sunda Siger

Yang satu ini unik, dimana busana pengantin Sunda yang dikenal dengan Sunda Siger ini dibuat dan terinspirasi dari busana dan pakaian para putri-putri Kerajaan Sunda tempo dulu. Tata rias pengantin sunda siger Dalam Kamus Basa Sunda RA Danadibrata. Siger diartikan sebagai sejenis mahkota untuk perhiasan kepala pengantin atau wayang wong, yang berarti meletakkan kearifan, kehormatan, dan sikap bijak sebagai hal pokok yang harus dijunjung tinggi. Tak lupa daun sirih berbentuk wajik yang dikenakan di kening pengantin wanita sebagai simbol penolak bala.

Pakaian Pengantin Sunda Siger

Terimakasih sob sudah mampir dan menelaah artikel ini tentang pakaian daerah sunda.