Proses Pembentukan Muka Bumi Faktor Tenaga Endogen & Eksogen

Proses Pembentukan Muka Bumi oleh tenaga endogen dan tenaga eksogen. Berkaitan dengan struktur lapisan bumi, teori tektonik lempeng, relief muka bumi hasil tenaga geologi, pengaruh air, angin, gravitasi, gerakan glester, pelapukan, sedimentasi dan erosi.
Proses Pembentukan Muka Bumi

A. Proses Pembentukan Muka Bumi Oleh Tenaga Endogen

Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan perubahan pada kulit bumi. Tenaga endogen ini sifatnya membentuk permukaan bumi menjadi tidak rata. Mungkin saja disuatu daerah dulunya permukaan bumi rata (datar), tetapi akibat tenaga endogen ini berubah menjadi gunung, bukit atau pegunungan. Pada bagian lain permukaan bumi turun menjadikanya lembah atau jurang.

Secara umum tenaga endogen dibagi dalam 3 jenis, yaitu tektonisme, vulkanisme dan seisme atau gempa. Vulkanisme dibagi lagi menjadi plutonisme dan vulkan. Contoh dari plutonisme adalah sill, gang, lakolit dan batholit. Sedangkan tenaga pulkan sendiri dibagi lagi berdasarkan bentuk dan tipe letusanya. Berdasarkan bentuknya gunung berapi dibedakan menjadi bentuk perisai, strato dan maar. Berdasarkan letusanya dibagi menjadi hawai, stromboli, merapi, st vincent, peret dan pelle.

1. Struktur lapisan Bumi

Struktur lapisan Bumi

Tebal kulit bumi tidak merata. Kulit bumi di bagian benua/dataran lebih tebal dari pada dibawah samudera. Bumi tersusun atas beberapa lapisan, yaitu sebagai berikut :

  • Barisfer, yaitu lapisan inti bumi merupakan bahan padat yang tersusun atas beberapa lapisan nife (niccolum=nikel dan ferrum=besi). Jari jari -+ 3,470 km dan batas luarnya kurang lebih 2,900 km dibawah permukaan bumi.
  • Lapisan pengantara, yaitu lapisan yang terdapat diatas lapisan nife setebal 1,700 km. Berat jenisnya rata rata 5 gr/cm. Lapisan pengantara disebut asthenosfer (mantle), merupakan bahan cair bersuhu tinggi dan berpijar.
  • Litosfer, yaitu lapisan yang terletak diatas lapisan pengantara, dengan ketebaln 1,200 km. Berat jenisnya rata rata 2,8 gr/cm. Litosfer (kulitbumi) terdiri atas 2 bagian berikut :
    • Lapisan sial, yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SIO dan Al 02. Dalam lapisan ini antara lain terdapat batuan sedimen, granits, andesit, jenis jenis batuan metamorf dan batuan lain yang terdapat di dataran benua. Lapisan sial disebut juga lapisan kerak bersifat padat dan kaku berketebalan rata rata -+ 25 km. Kerak ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu sebagai berikut :
      • Kerak benua merupakan benda yang padat yang terdiri atas batuan beku granit pada bagian atasnya dan batuan beku basalt pada bagian bawahnya.
      • Kerak Samudera, merupakan benda padat yang terdiri atas endapan laut bagian atas, kemudian dibawahnya batu-batuan vulkanik dan yang paling bawah  tersusun dari bagian batuan beku gabro dan peridiotif. Kerak ini menempati sebagai samudera.
    • Lapisan sima, yaitu lapisan kulit yang oleh logam logam silisilium magnesium dalam  bentuk senyawa Sio dan Mg0. Lapisan ini mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferromagenesium dan batuan basalt. Lapisan sima merupakan bahan yang bersifat elastis dan mempunyai ketebaln rata-rata 65 km.

2. Teori Tektonik Lempeng Proses Pembentukan Muka Bumi

Teori Tektonik Lempeng

Terori tektonik lempeng bumi (Bahasa inggris: Plate Tectonics) adalah teori dalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti bukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh litosfer bumi. Ada tiga jenis batas lempeng yang berbeda diantaranya :

  • Pergerakan lempeng saling mendekat
    Pergerakan lempeng yang saling mendekat dapat menyebabkan tumbukan yang salah satu lempengnya akan menghujam kebawah tepi lempeng yang lain. Daerah penujaman tersebut membentuk palung yang dalam dan merupakan jalur gempa yang kuat. Sementara itu dijalur penujaman akan terjadi aktivitas vulkanisme dan terbentuknya cekungan pengendapan. Contoh Pergerakan lempeng ini di indonesia adalah pertemuan lempeng indo-australia dan lempeng Eurasia, pertemuan kedua lempeng tersebut menghasilkan jalur penujaman di selatan pulau jawa, jalur gunung api di Sumatera, Jawa dan Nusa Tenggara.
  • Pergerakan Lempeng Saling Menjauh
    Pergerakan lempeng saling menjauh akan menyebabkan penipisan atau peregangan kerak bumi hingga terjadi aktivitas keluarnya material baru yang membentuk jalur vulkanisme. Meskipun saling menjauh kedua lempeng tersebut tidak terpisahkan karena di masing lempeng tersebut terbentuk kerak lempeng yang baru. Proses ini berlangsung secara kontinu. Contoh hasil dari pergerakan ini adalah terdapat pada samudera altlantik, sepanjang kutub utara sampai mendekati kutub selatan. Batas lempeng saling menjauh hingga mengakibatkan perluasan punggung samudera disebut batan konvergen.
  • Pergerakan Lempeng Saling Melewati
    Pergerakan ini terjadi jika dua lempeng bergesekan mendekati satu sama lain sehingga menyebabkan tabrakan benua (continental collision) jika kedua lempeng mangandung kerak benua. Palung laut yang dalam biasanya berada di zona subduksi, di mana potongan lempeng yang terhunjam mengandung banyak bersifat hidrat (mengandung air), sehingga kandungan air ini di lepaskan saat pemanasan terjadi bercampur dengan mantel dan menyebabkan pencairan sehingga menyebabkan aktifitas vulkanik. Batas lempeng saling melewati dengan gerakan sejajar disebut batas menggunting (shear boundaries). Coontoh kasus ini dapat kita lihat di pegunungan andes Amerika Selatan dan busur pulau Jepang (Japanese Island arc).

3. Pembentukan Relief Muka Bumi Hasil Tenaga Geologi

Pembentukan Relief Muka Bumi

Tenaga endogen dan eksogen menyebabkan terjadinya keragaman bentu relief di permukaan bumi. Secara garis besar relief muka bumi dibagi menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut :

  • Relief daratan

    Relief daratan adalah tinggi rendahnya permukaan bumi yang ada di daratan. Macam relief daratan sebagai berikut :

    • Dataran rendah, yaitu daerah datar yang berada pada ketinggian kurang dari 200 m dari permukaan air laut, contohnya adalah wilayah pantai utara jawa.
    • Dataran tinggi (plato), yaitu daerah yang berada pada ketinggian tertentu dan biasanya lebih dari 700 m dari permukaan air laut. Contohnya adalah dataran tinggi Bandung di Jawa Barat dan dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah.
    • Bukit atau perbukitan, yaitu daerah yang berada pada ketinggian 200-300 meter.
    • Gunung, yaitu bagian permukaan bumi yang menjulang tinggi ke atas ditandai dengan adanya puncak, lereng dan kaki gunung.
    • Lembah, yaitu daerah ledokan (cekung) yang lebih rendah dari pada daerah sekitarnya dan biasanya terletak antara dua pegunungan atau perbukitan.
    • Lereng, yaitu tanah yang permukaan miring.
    • Tanah Depresi, yaitu tanah yang permukaanya lebih rendah dari pada permukaan air laut.
  • Relief dasar laut

    Relief dasar laut adalah tinggi rendahnya permukaan yang berada di dasar laut.  Relief dasar laut antara lain sebagai berikut :

    • Dangkalan (continent shelf), yaitu dasar laut dangkal yang melandai ke arah daratan, dengan kedalaman kurang dari 200 m. Contohnya adalah dangkalan Sunda dan Sahul.
    • Lereng Benua, yaitu daerah dengan kedalaman antara 200 - 400 meter yang merupakan kelanjutan daerah dangkalan.
    • Palung Laut (trog), yaitu dasar laut yang dalam sempit, curam dan memanjang dengan kedalaman lebih dari 5,000 m. Contohnya Palung Jawa (7,400 m), Palung Mindano (11,500 m).
    • Lubuk Laut (Basin), yaitu laut yang dalam bentuknya cekung, terjadi akibat tenaga tektonik  sehingga dasar laut turun. Contohnya dasar laut Sulawesi (5,590 m) dan lubuk laut Banda (7,400 m).
    • Ambang Laut, yaitu bagian dasar laut dangkan yang memisahkan dua buah laut yang lebih dalam. Contohnya ambang laut sulu, ambang laut Sulawesi dan ambang laut Gilbatar.
    • Panggung Laut, yaitu perbukitan yang terdapat di dasar laut dan kalau muncul ke permukaan laut menjadi deretan pulau pulau, Contoh panggung laut Sibolga.
    • Gunung Laut, yaitu gunung yang muncul di permukaan laut dan kaki kakinya berada di dasar laut. Contohnya gunung Krakatau di Selat Sunda.

B. Proses Pembentukan Muka Bumi Oleh Tenaga Eksogen

Tenaga Eksogen

Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar permukaan bumi seperti : kekuatan air mengalir, angin, gravitasi dan gerakan glester.

  • Angin, Proses Pembentukan Muka Bumi dengan tenaga angin menimbulkan deflasi berupa pengangkutan material dari satu tempat ke tempat lain di daerah kering (arid/semi arid). Misalnya daerah pantai terdapat bukit pasir berpindah ke tempat lain karena tiupan angin dan diendapkan ditempat lain. Tenaga angin bersifat korosi berupa benturan atau gesekan angin terhadap material atau bukit yang dilaluinya, sehingga menghasilkan batu jamur (batu bolong) dapat tereorosi dalam waktu yang sangat lama, demikian juga angin dapat menggerakkan air laut yang berupa gelombang pasang.
  • Air mengalir, kekuatan air mengalir dapat mengikis dan mengangkut material, hasi erosi di endapkan pada cekungan di muka bumi. Contohnya pengikisan di kanan kiri sungai dan diendapkan dibagian hilir/muara sungai.
  • Glester, adalah salju yang mencair kemudian menuruni lereng membentuk aliran air(glester). Glester dapat mengangkut material dan sekaligus mengendapkan material disuatu tempat.

Tenaga eksogen, berasal dari luar bumi dapat berupa proses pelapukan, erosi dan sedimentasi.

1. Hasil hasil dari tenaga eksogen

  • Pelapukan (weathering)
    Adalah proses penghancuran batuan yang menghasilkan berbagai jenis tanah dan material terlarut yang kemudian dihanyutkan air dan angin. Menurut penyebabnya, proses pelapukan dapat dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu pelapukan secara biologis (organic), fisik (mekanik) dan kimiawi.
    Peristiwa pelapukan batuan akan diikuti oleh proses pengelupasan material batu akibat pengaruh unsur fisika, kimia dan biologi. Proses tersebut disebut Denudasi. Material tersebut akan mengalami erosi diendapkan di tempat lain.
  • Erosi
    Dapat diartikan sebagai proses pengikisan permukaan bumi material yang dipindahkan. Dalam peristiwa erosi, terdapat tiga jenis gerakan, yaitu pelepasan massa batuan (detchment), proses pengangkutan (transportasi) dan proses pemindahan material yang mengalami pelepasan dapat dilakukan oleh air, angin dan glester.

2. Bentuk hasil erosi pada bumi

  • Meander, yakni kelokan kelokan sungai yang terjadi pada sungai yang sudah tua.
  • Dataran banjir, terdapat di kanan kiri sepanjang aliran sungai.
  • Bukit bukit pasir disekitar pantai.
  • Jembatan Alam (natural bridge) dan gua gua pantai.
  • Sedimentasi yaitu proses terbawanya material-material hasil pelapukan dan pengikisan yang dibawa oleh air, angin dan glester untuk diendapkan di suatu wilayah. Contoh : Daratan Tiongkok bagian timur ditutupi lapisan tanah tebal disebut tanah Loss. Tanah tersebut dipindahkan ke tempat itu oleh angin dari Gunung Gobi.

Mudah mudahan apa yang telah disampaikan menjadi ilmu pengetahuan untuk kalian semua, mengenal tempat tinggal sendiri yaitu bumi yang kita cintai ini tetap harus kita jaga. Bumi kita baik tentu akan memberikan hal positf bagi kita dan kebalikanya jika kita melakukan hal buruk, seperti membuang sampah disungai, menggunduli hutan, polusi udara dan pencemara lingkungan lainya maka sesuatu akan terjadi pada kita.

Nah itu dia beberapa penjelasan mengenai Proses Pembentukan Muka Bumi.

Sumber : CV Media Karya Putra/Angota IKAPI/No.076/Jateng/o5/Penerbit MKP/
Judul : Modul Pengayaan Geografi dan Sosiologi
Sub Judul : Bentuk Bentuk Muka Bumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *