Rumah Adat Nusa Tenggara Barat Anti Mainstream dan Unik

Keragaman suku, budaya dan adat dari Nusa Tenggara Barat membuat kekayaan yang dimiliki semakin nyata. Suku Sasak, Sumbawa, dan Suku Bima merupakan suku mayoritas penghuni Nusa Tenggara Barat yang telah ada sejam zaman dahulu. Berbagai adat masih lestari termasuk rumah adat Nusa Tenggara Barat yang akan di ulas lebih lanjut untuk Anda

Rumah Adat Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu provinsi yang terletak di gugusan kepulauan Nusa Tenggara dan teridiri atas beberapa pulau. 2 pulau yang besar dan terkenal ialah Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Pulau-pulau di Nusa Tenggara Barat memiliki keunikan dan ciri khas masing-masing mulai dari wisata alam hingga kebudayaan dan adat dari masing-masing daerah.

Jenis Rumah Adat di Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Barat merupakan sebuah provinsi dengan dua buah pulau besarnya yaitu pulau Lombok dan pulau Sumbawa. Masing-masing pulau besar tersebut memiliki jenis rumah adat dengan ciri khas tersendiri. Secara garis besar saja, Nusa Tenggara Barat memiliki dua jenis rumah adat dari dua jenis pulau terbesarnya. Berikut merupakan penjelasannya

1. Rumah Adat Nusa Tenggara Barat yang terletak di Pulau Sumbawa

Rumah Adat Dalam Loka merupakan sebutan dari rumah adat Pulau Sumbawa. Semakin berkembangnya zaman, penduduk Sumbawa sudah semakin jarang membangun rumah dengan konsep tradisional. Salah satu bangunan yang memiliki konsep tradisional ialah istana Dalam Loka Samawa.

Dalam Loka Samawa merupakan sebuah istana kerajaan yang dahulu dibangun oleh Sultan Muhammad Jalaludin Syah III yang terletak di Pulau Sumbawa tepatnya di daerah Kota Sumbawa Besar. Sampai sekarang, rumah adat Sumbawa tetap dilestarikan dan dijaga sebaik mungkin dan menjadikannya museum sejarah di daerah Sumbawa.

Rumah Adat Nusa Tenggara Barat Pulau Sumbawa

2. Rumah Adat Nusa Tenggara Barat yang terletak di Pulau Lombok

Desa adat yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan di Nusa Tenggara Barat ialah desa yang terdapat di Pulau Lombok di antaranya desa Rembitan dan dusun Sade. Dusun Sade merupakan salah satu tempat yang selalu dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.  Rumah adat di pulau Lombok disebut sebagai rumah adat Bale.

Rumah Adat Nusa Tenggara Barat Pulau Lombok

Desain Bentuk Rumah Adat Nusa Tengara Barat

Rumah adat di Nusa Tengara Barat khususnya yang terletak di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa  memiliki beberapa desain bentuk dan ciri khas tersendiri yang membuat tampak luar rumah semakin eksotis dan mempesona. Berikut merupakan penjelasannya dari beberapa desain bentuk rumah adat di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa

  • Rumah adat Pulau Sumbawa

Rumah adat Dalam Loka Samawa yang merupakan nama dari rumah adat Pulau Sumbawa memiliki bangunan kembang yang ditopang oleh 98 pilar dari bahan kayu yang kuat yaitu kayu jati. Pada Dalam Loka Samawa terdapat sebuah kayu kecil yang disebut juga sebagai pilar Guru.

Pilar Guru terbuat dari pohon cabe. Dengan demikian, total tiang keseluruhan dari pilar penyokong dan pilar guru ialah 99 tiang. Rumah adat di Pulau Sumbawa ini juga dihiasi oleh berbagai ukiran khas yang merupakan corak dari Pulau Sumbawa. Ukiran ini umumnya dapat berbentuk flora seperti bunga dan dedaunan.

  • Rumah adat Pulau Lombok

Desain dan bentuk dari rumah adat Bale ini bermacam-macam disesuaikan dengan desain bentuk dan fungsi yang dimiliki oleh masing-masing rumah. Berikut merupakan beberapa macam desain bentuk dari rumah adat Nusa Tenggara Barat yang berada di Pulau Lombok

Bentuk Lain Rumah Adat NTB

  • Bale Lumbung

Bale lumbung merupakan salah satu desain bentuk dari rumah adat Bale. Bahkan Bale Lumbung menjadi ikon untuk daerah pulau Lombok. Ciri khas dari dusun Sade juga terdapat pada Bale Lumbung.

Bale Lumbung memiliki bentuk unik menyerupai lumbung padi di desain sebagai rumah panggung dengan atap yang meruncing dan melebar sedikit  dan lurus ke bawah. Jarak atap dari dasar ialah 1,5 -, 2,0 meter dengan diameter 1,5 – 3,0 meter. Bale Lumbung merupakan bangunan yang di desain untuk menyimpan padi.

Atap dari Bale Lumbung terbuat dari bahan alami seperti jerami, alang-alang, atau serat tumbuhan lainnya. Dindingnya pun juga terbuat dari bahan alami berupa anyaman bambu dengan lantai yang masih tradisional yaitu papan kayu. 4 tiang menopang Bale Lumbung ini yang terbuat dari tanah dan batu sebagai pondasi.

Rumah Adat Nusa Tenggara Barat Bale Lumbung

  • Bale Tani

Bale Tani merupakan rumah adat Nusa Tenggara Barat yang umumnya dihuni oleh suku Sasak. Bale Tani memiliki keunikan yaitu sebuah pintu masuk yang kecil dan tanpa jendela. Atapnya juga terbuat dari bahan alami berupa alang-alang yang dibentuk memanjang hingga ujung atapnya hampir menyentuh tanah.

Tanah dari Bale Tani terbuat dari tanah liat, batu bata, abu jerami dan kombinasi getah pohon serta kotoran ternak (sapi atau kerbau) yang akan membuat struktur tanah menjadi kompak dan mengeras.

Rumah Adat Nusa Tenggara Barat Bale Tani

  • Bale Jajar

Bale jajar merupakan rumah adat dari suku Sasak dengan perekonomian menengah ke atas. Bentuknya hampir menyerupai Bale Tani yang membedakan adalah ruangan Dalem Bale yang lebih banyak. Bale Jajar memiliki satu serambi dan dua Dalem Bale. Serambi digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan pangan dan lainnya.

Rumah Adat Nusa Tenggara Barat Bale Jajar

Struktur dan Aristektur Rumah Adat

Tiang-tiang penopang untuk tegaknya rumah dalam rumah adat di Nusa Tenggara Barat Dalam Loka memiliki 2 ukuran yang kembar bernama Bala Rea atau juga disebut Graha Besar. Beberapa ruangan di dalamnya dipisahkan oleh dinding penyekat sesuai fungsi dan namanya yaitu

  1. Lunyuk Agung bagian depan sebagai tempat musyawarah. Resepsi atau acara pertemuan penting lainnya.
  2. Lunyuk Mas bertempat di samping Lunyuk Agung sebagai ruangan khusus permaisuri, istri menteri atau staf penting saat upacara adat
  3. Ruang Dalam di sebelah barat berfungsi sebagai tempat salat
  4. Ruang Dalam di sebelah timur untuk putra/putri raja yang sudah menikah
  5. Ruang Sidang yang pada malam hariumumnya digunakan untuk tempat tidur para dayang
  6. Kamar mandi terletak memanjang dari kamar peraduan raja hingga permaisuri
  7. Bala Bulo di samping Lunyuk Mas sebagai tempat bermain anak raja (untuk lantai pertama dan tempat menyaksikan pertunjukan bagi permaisuri (untuk lantai kedua)
  8. Filosofi Rumah Adat

Rumah adat Dalam Loka juga memiliki makan filosofi tersendiri. Salah satunya adanya rumah yang ditopang oleh 99 pilar penyangga yang melambangkan 99 sifat Allah SWT (Asmaul Husna) dalam ajaran islam. Terdapat beberapa makna filosofis lain dalam bagian-bagian rumah lainnya. Seperti bentuk atap hingga lantai.

  1. Keunikan Rumah Adat

Rumah adat di Nusa Tengara Barat baik di Pulau Sumbawa maupun Pulau Lombok memiliki keunikan dan corak khas tersendiri. Ukiran khas dari Pulau Sumbawa yang disebut lutuengal juga menjadi daya tarik tersendiri di rumah adat yang berada di Nusa Tenggara Barat. Unik dan eksotis disajikan secara keseluruhan dalam rumah adat di Pulau Sumbawa maupun Lombok.

Jangan Lupa Sobat Baca Juga ya postingan Lainya tentang :

Nah itu dia sobat pembahasan kali ini tentang Rumah Adat Nusa Tenggara Barat. Unik unik ya designya, pokoknya anti mainstream banget lah. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *