Start Lari Jarak Jauh Teknik di Dalam Perlombaan | Aturan

start lari jarak jauh - Lomba lari memiliki banyak cabang di dalamnya. Salah satu cabangnya adalah lari Marathon. Sebuatan Lainya adalah Marathon memiliki aturan dan teknik tersendiri. Pengaturan gerak dan tubuh serta lain sebagainya. Mengetahui berbagai hal aturan main adalah hal yang wajib bagi calon atlit atau pelari.

Ciri khas dari lari ini sendiri adalah memiliki jarak tempuh yang relatif jauh. Karena jarak tempuhnya sangat jauh, maka dibutuhkan tenaga yang ekstra dan kondisi fisik yang memadai untuk mengikuti ajang ini. Dan pada kesempatan kali ini akan diulas tentang berbagai hal yang berkaitan dengan lari Marathon.

Start Lari Jarak Jauh

Pengertian Start Lari Jarak Jauh

Lari jarak jauh juga dikenal dengan nama lain, yakni lari Maraton. Ini merupakan salah satu cabang lari yang dilombakan. Jarak tempuh pada lari ini terbilang panjang, berkisar 42.195 meter. Jenis lari ini sudah sejak lama menjadi pertandingan lari di dunia. Bahkan sejak tahun 490 SM.

Nama Maraton sesungguhnya diambil dari sebuah legenda Pheidippies dimana saat itu ada salah seorang plajurit Yunani yang kebetulan dikirimkan ke kota Maraton. Ia diperintah untuk memberi kabar kepada Athena bahwa Persia sudah dikalahkan di dalam pertempuran. Dan dari cerita tersebut, diketahui bahwa sang plajurit berlari dengan tanpa berhenti menuju ke Athena.

Perlombaan ini biasanya diikuti oleh puluhan bahkan ratusan jumlah peserta. Dengan jumlah saingan yang cukup banyak tersebut, trik dan teknik yang tepat sangat dibutuhkan. Selain itu, juga penting untuk mempersiapkan fisik dengan latihan terbaik agar bisa sukses dalam ajang lomba lari  ini.

Teknik Dasar dalam Start Lari Jarak Jauh

Saat melakukan lari, ada beberapa teknik dasar tersendiri yang wajib diperhatikan. Jika ingin menjadi atlit yang ahli, maka harus menguasai berbagai teknik yang ada. Adapun teknik yang harus dipelajari dalam berlari  adalah teknik start, tenik lari, teknik pernapasan dan teknik saat memasuki garis finish.

Teknik dasar yang pertama adalah teknik start. Start yang digunakan  adalah start berdiri. Untuk bisa melakukan teknik start berdiri ini, ada beberapa tahapan yang wajib dikuasai. Pertama adalah persiapan dengan hitungan satu dan pelari merendahkan lutut dengan pandangan ke depan.

Kemudian pada hitungan yang kedua, berat badan ada pada kaki yang diletakkan pada bagian depan. Kemudian kedua lengannya siap untuk berlari. Setelah itu, untuk hitungan ketiganya adakah lari dengan mengayunkan kaki dan mulai untuk berlari. Saat melakukan teknuk start ini, atlit harus benar-benar memperhatikan aba-aba dari juri supaya bisa benar-benar fokus kepada aba-aba.

Teknik  yang berikutnya adalah teknik saat berlari. Teknik ini terbilang berbeda dengan teknik pada lari jarak dekat. Jika pada lari jarak dekat pemain harus berlari dengan kencang. Maka pada lari jarak jauh, harus pandai dalam melakukan pengaturan tempo. Ketika mulai berlari, sebaiknya pelari menggunakan tempo yang konstan. Namun, saat jaraknya dekat finish harus mengerahkan semua tenaga.

Berikutnya adalah teknik pernapasan dimana teknik ini sangat berpengaruh kepada stamina atlit dan juga otot-ototnya. Seorang atlit harus memiliki manajemen pernapasan yang baik. Untuk lomba , pernasapan yang disarankan adalah menggunakan mulut. Tujuannya agar lebih rileks.

Terakhir yaitu teknik finish yang menjadi akhir dari sebuah perlombaan. Saat hampir memasuki garis finish, kecepatan ekstra mutlak dibutuhkan. Di samping itu, dada juga harus dibusungkan agar bisa lebih cepat mencapai pita garus finish. Akan tetapi, dalam hal ini jangan sampai meraih pita garis finish dengan menggunakan tangan karena ini termasuk dalam daftar pelanggaran.

Peraturan Lari Jarak Jauh untuk Lintasan Alam

lari jarak jauh ada yang menggunakan lintasan berupa alam dan ada juga yang menggunakan kalan raya. Aturan keduanya relatif berbeda. Untuk yang lintasan alam, ada beberapa aturan yang dibuat untuk pelaksanaan ajang Perlombaan.

Adapun aturan untuk jalur lombanya harus memperhatikan keselatan pelari, memberikan perunjuk arah yang jelas dan sebelum mulai lomba, jalur yang akan dilalui oleh pelari harus dijelaskan terlebih dahulu. Dan tidak kalah penting adalah penjagaan terhadap jalur secara ketat agar para atlit tidak memotong jalan.

Sedangkan untuk aturan umurnya adalah 13-14 tahun bagi pemula, 15-18 tahun bagi junior III, 17-18 tahun bagi junior II, di bawah 20 tahun untuk junior I, di atas 35 tahun untuk veteran putri dan di atas 40 tahun untuk veteran putra.

Kemudian untuk jarak lombanya adalah untuk atlit putri junior sejauh 4 km, atlit putra junior sejauh 8 km, atlit putri dewasa sejauh 6 km dan atlit putra dewasa sejauh 12 km. Dan atlit yang catatan waktunya paling rendahlah yang dijadikan pemenang.

Peraturan Lari Jarak Jauh untuk Lintasan Jalan Raya

Adapun untuk peraturan start lari jarak jauh di perlintasan jalan raya telah diatur pada taraf internasional. Aturan tersebut adalah bagi kelas pertama menggunakan setengah dari jarak marathon. Yaitu 15 km, 20 km, 21 km dan 100 km. Sementara untuk kelas kedua adaah 25 km, 30 km dan 42,195 km.

Adapun untuk kelas dengan regu, bagi pelari yang pertama adalah 5 km. Kemudian bagi pelari yang kedua adalah 10 lm. Ini akan terus berlanjut sampai jarak tempuhnya mencapai 7,195 km. Aturan ini hampir diikuti oleh semua kalangan yang mengadakan cabang lomba satu ini. Adapun untuk kelompok regu, pemenang perlombaan diambil dari regu yang catatan waktunya juga paling rendah.

Teknik Pernapasan untuk Lari Jarak Jauh

Karena lari jarak jauh memakan waktu yang cukup lama, tentu bisa menyebabkan seseorang kehabisan napas, mulai dari hingga finishnya. Oleh karena itu, dibutuhkanlah teknik pernapasan yang tepat agar seseorang bisa melalui perlombaan dengan maksimal.

Teknik pernapasan yang pertama adalah melakukan pernapasan dari mulut. Dengan bernapas menggunakan mulut, maka masuknya oksigen dan keluarnya karbondioksida akan lebih banyak. Dengan bernapas memakai mulut, otot wajah seseorang akan rileks dan atlit pun akan semakin tenang.

Selain itu, atlit juga disarankan untuk lebih sering memakai pernapasan perut dan menghindari pernapasan dada. Cara melatih hal inibisa dilakukan dengan telentang dan melihat gerakan perut saat bernapas. Perut akan naik dan dada akan turun apabila teknik pernapasan yang diambil tepat.

Start lari jarak jauh bukanlah hal yang mudah untuk dilalui. Cabang lomba lari satu ini membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang memadai. Selain itu, juga diperlukan latihan ekstra supaya benar-benar dapat melaluinya secara optimal. Berbagai trik dan tips sebaiknya digunakan agar bisa maksimal dalam lomba .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *