Surat Tilang Biru (Informasi & Tahapan Cara Menyelesaikanya)

Surat Tilang Biru merupakan pengganti dari surat tilang merah yang di buat oleh kepolisian Republik indonesia. Khususnya disini adalah polisi lalu lintas atau POLANTAS. Belum banyak orang yang mengetahui ini karena pengenalanya masih kurang gencar. Sehingga banyak pengguna jalan di tilang terheran heran dan kebingungan karena sebelumnya diberikan slip merah. Jika pertama kali di tilang sama polis mungkin wajar tidak tahu, beda lagi dengan orang yang beberapa kali terkena. Pasti mereka akan terlihat tidak mengerti dengan surat yang telah diberikan pak Polisi.

Pada kesempatan kali ini harianriez akan mengulas sedikit tentang surat tilang yg baru ini, mudah mudahan bisa memberikan informasi yang benar dan tepat.

Penjelasan Surat Tilang Biru

Jika kita tidak tahu tentang informasi ini, maka kita tidak akan tahu bagaimana cara bertindak, mengatasi dan mengurus surat tilang yang kita dapatkan. Berikut penjelasan Surat Tilang Biru :

1. Apa Itu Surat Tilang Biru

Sobat mendapatkan slip biru karena melanggar peraturan dari rambu rambu lalu lintas atau pelanggaran lain yang di lakukan dijalan. Ketika sedang terjadi razia operasi zebra banyak sekali pengemudi yang mendapatkan slip biru. Jadi Slip biru/Surat tilang berwarna biru adalah tanda pelanggaran lalu lintas dengan pasal pelanggaran yang disebutkan dan di denda dengan jumlah maksimal yang tertera.

Dari segi jumlah denda apakah besar atau tidak tergantung kepada pelanggaran yang dilakukan. Untuk menebusnya biasanya dilakukan dipersidangan khusus tilang. Tetapi slip biru ini tidak disidangkan di pengadilan tilang akan tetapi langsung diadili di kejaksaan daerah masing masing. Prosesnya hampir sama, nanti hakim akan menentukan jumlah denda akibat pelanggaran.

Pengetahuan Pasal Lalulintas Part 1

  • Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki SIM dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 bulan atau dengan denda  maksimal Rp 1 juta (Pasal 281).
  • Setiap pengendara mobil yang tidak memenuhi persyaratan teknis seperti spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu rem, kaca depan, bumper, penghapus kaca dipidana dengan pidana penjara paling banyak 2 bulan atau denda  maksimal Rp 500 ribu (Pasal 285 ayat 2).
  • Setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 bulan atau dengan denda  banyak Rp 500 ribu (Pasal 287 ayat 1).
  • Setiap pengendara mobil yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan berupa ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan dipidana dengan pidana penjara paling banyak 1 bulan atau denga denda  banyak Rp 250 ribu (Pasal 278).

2. Tatacara & Tahapanya

Sobat jangan beranggapan bahwa mendapatkan surat tilang biru itu akan sulit diatasi, prosesnya lama dan dendanya juga besar. Kenapa polisi menggunakan surat baru ini? agar para pelanggar dapat mengurusnya dengan cepat, efektif dan membayar denda. Jika dibandingkan dengan lainya denda slip biru bisa dibilang lebih terjangkau karena hasil pertimbangan hakim yang adil. Jadi sobat jangan khawatir dan panik ketika kalian terkena tilang, hadapi dan jalani prosesnya.

  • Datang Ke kejaksaan daerah setempat sesuai dengan tanggal
  • Bawa surat tilang biru
  • Persidangan dimulai, sobat harus menjelaskan sedikit kronologinya
  • Hakim memutuskan
  • Sobat bayar denda
  • Ambil Surat Surat Kendaraan
  • Proses sidang selesai

Menurut pengalaman proses sidang tersebut tidak berjalan lama, mungkin hanya perlu 10 menit saja. Yang membuat lama adalah antri dalam persidangan karena mungkin di hari tersebut banyak pengemudi lain yang melanggar.

3. Ketika di Tilang

Penulis pun pernah beberapa kali di tilang polisi karena ada beberapa pelanggaran lalulintas serta di operasi razia. Pada awalnya sih agak sedikit takut dan dendanya mahal banget. Namun tidak seperti itu kenyataanya, mungkin ada beberapa oknum polisi curang yang berusaha mendapatkan uang lebih, tapi jika kita tahu tentang undang undang mengenai penilangan dan pelanggaran tidak akan mempan. Jika kita memang melanggar harus diakui jangan banyak mengelak dan sadar diri saja, nah apabila memang tidak merasa melanggar kalian boleh menjelaskan ke polisi secara detail dan rinci.

Setiap polisi memberhentikan kita pasti ditanya tentang surat surat kendaraan, SIM dan kelengkapan kendaraan. Jika memang komplit semuanya pasti akan dilepaskan. Jika ada salah satu yang kurang dan memang salah kita harus menjelaskannya dengan jujur kepada pak polisi, saat pertama kali mungkin hanya akan diberikan teguran dan peringatan saja. Sobat akan dikasih tau bahwa apa yang kalian lakukan itu salah di kaca mata hukum lalulintas, polisi pun akan menanggapi dengan bijak.

Pengetahuan Pasal Lalulintas Part 2

  • Setiap pengendara sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 bulan atau denda banyak Rp 250 ribu (Pasal 285 ayat
  • Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau dengan denda  maskimal Rp 500 ribu (Pasal 280).
  • Setiap pengendara kendaraan bermotor yang memiliki SIM namun tak dapat menunjukkannya saat razia dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 bulan atau denda  banyak Rp 250 ribu (Pasal 288 ayat 2).

4. Pasal dan Pelanggaran lalu lintas

  • Setiap pengendara sepeda motor yang akan berbelok atau balik arah tanpa memberi isyarat lampu dipidana kurungan paling banyak 1 bulan atau dengan denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 294).
  • Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah). (Pasal 293 ayat 2).
  • Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari dan kondisi tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (1) .dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). (Pasal 293 ayat 1).
  • Setiap pengendara atau penumpang sepeda motor yang tak mengenakan helm standar nasional. Dipidana dengan pidana kurungan paling banyak 1 bulan dengan denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 291 ayat 1).
  • Setiap pengemudi atau penumpang yang duduk disamping pengemudi mobil tak mengenakan sabuk keselamatan. Dipidana dengan pidana penjara paling banyak 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 289).
  • Setiap pengendara yang tidak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor. Dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 288 ayat 1).
  • Setiap pengendara yang melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah. Dipidana dengan pidana penjara paling banyak 2 bulan atau dengan denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 287 ayat 5).

Setalah mengetahui informasi tersebut kalian jangan takut di tilang dan harus menghindari berbagai macam pelanggaran lalu lintas. Aturan yang ada di lalu lintas merupakan hal penting demi keselamatan berkendara. Cukup sekian pembahasan kali in tentang Surat Tilang Biru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *