Tarian Adat Maluku

Tarian adat Maluku merupakan tarian yang berasal dari wilayah Maluku itu sendiri. Tarian adat ini menjadi salah satu bukti jika masyarakat Maluku memang menghargai serta mencintai seni budayanya. Sebagai salah satu provinsi yang dikenal dengan sejarah paling tua di antara provinsi lainnya. Berbagai macam pakaian alam serta kekayaan budaya juga menjadi salah satu wilayah perlu dilestarikan hingga sekarang.

Tarian Adat Malukuyang Harus Dilestarikan

  1. Tari Lenso

Tari lenso merupakan salah satu tarian adat Maluku yang hanya dibawakan oleh para penari wanita. Penarinya dengan memakai sapu tangan atau selendang yang merupakan salah satu ciri khas atau atribut dari tari lenso itu sendiri. Menurut sejarahnya, tarian daerah dari Maluku ini sudah ada sejak bangsa Portugis datang ke provinsi Maluku.

Konon katanya tarian ini merupakan salah satu tarian yang berasal dari bangsa Portugis. Akan tetapi, kemudian dikembangkan serta diadaptasi menggunakan budaya khas masyarakat lokal Maluku. Setelah bangsa Portugis meninggalkan wilayah Maluku, ternyata tarian ini masih tetap dilestarikan oleh masyarakat di sana. Hingga akhirnya sampai sekarang menjadi suatu tradisi serta harus dilestarikan.

Lenso itu sendiri ternyata berasal dari bahasa setempat yang memiliki arti sapu tangan. Hal tersebut dikarenakan dalam tari lenso penarinya akan menggunakan sapu tangan. Tari lenso ini ternyata tidak hanya dikenal oleh masyarakat Maluku saja. Ada tapi juga dikenal oleh kalangan masyarakat Minahasa provinsi Sulawesi Utara.

Akan tetapi, tarian yang ada di Minahasa Selatan yang ada di Maluku sedikit berbeda. Tari yang ada di Minahasa ini biasanya ditarikan oleh para penari pria serta wanita dan menggunakan atribut berupa selendang. Sedangkan di Maluku tarian ini ditarikan oleh para penari wanita dengan properti menggunakan sapu tangan.

  1. Tarian Katreji

Jenis tarian kedua dari Maluku ini biasanya ditampilkan dengan cara berpasangan antara satu penari pria dan penari wanita. Di Maluku sendiri tari yang satu atau lebih difungsikan untuk hiburan dalam sebuah acara. Misalnya acara penyambutan, pernikahan, perayaan serta adat, dan lain-lainnya. Tarian ini lebih dimaknai sebagai tarian tradisional pergaulan masyarakat khususnya untuk kaum muda mudi.

Di dalam tari yang satu ini, para muda-mudi tersebut akan menari secara berpasangan latihan gerakan dan ekspresi menggambarkan mengenai keceriaan serta kebahagiaan.Sama halnya dengan tari Lenso, di mana tari Katreji ini juga sudah ada sejak zaman Portugis dan Belanda datang ke Indonesia. Bangsa Portugis dan Belanda yang datang ke Indonesia tersebut bukan hanya mencari rempah-rempah saja.

Melainkan mereka juga membawa budaya ke tanah Maluku. Adanya hal ini maka budaya Eropa sedikit demi sedikit juga mulai berpengaruh kepada perkembangan budaya yang ada di provinsi Maluku itu sendiri. Kemudian sejak saat itulah maka masyarakat Maluku mulai mengenal kebudayaan Eropa.

Setelah bangsa Portugis serta Belanda meninggalkan Indonesia. Tarian satu ini masih juga gerak membawakan tari Katreji di dalam acara penyambutan atau pesta yang mereka lakukan. Setelah itu jenis tarian ini juga semakin berkembang dan diadaptasikan menggunakan budaya masyarakat lokal. Adanya akulturasi budaya inilah yang kemudian menjadikan tari Katreji sangat khas.

Tarian Katreji Maluku

  1. Tari Soya-Soya

Tari Soya-Soya ini merupakan tarian adat Maluku yang merupakan simbol perjuangan masyarakat daerah Koya ketika melawan Portugis. Adapun properti yang digunakan oleh para penari Soya-Soya ini meliputi pakaian dengan lebih didominasi warna putih, ikat kepala warna kuning yang merupakan simbol prajurit, pedang dari bambu serta perisai, diamati dari properti yang digunakan dan gerakan yang terlihat sangat tegas dari sini juga bisa dikenal dengan nama tari perang.

Tari Soya-Soya maluku

  1. Tari Cakalele

Tarian Adat Maluku Cakalele merupakan salah satu tarian tradisional yang mirip atau sejenis dengan tari Soya-Soya atau tari Perang. Tarian ini berasal dari provinsi Maluku Utara. Tampilan dari tarian ini dilakukan oleh para penari pria, akan tetapi ada juga beberapa penari wanita sebagai penari pendukung. Beberapa sumber beserta catatan sejarah yang ada, tari Cakalele ini awal mulanya berasal dari tradisi masyarakat Maluku Utara.

Pada waktu itu, tanah tersebut digunakan sebagai Tarian perang oleh para prajurit sebelum akhirnya tempur di medan perang ataupun setelah pulang dari medan perang. Bukan hanya itu saja, tarian ini juga digunakan sebagai bagian dari tradisi upacara adat masyarakat Maluku. Tari Cakaleleini kemudian meluas hingga ke daerah sekitar.

Tarian ini memiliki pengaruh dari kerajaan pada waktu itu, tarian ini kemudian dikenal sebagai tari daerah. Di kalangan masyarakat Minahasa, Cakalele ini juga lebih dikenal sebagai bagian dari Tarian perang mereka itu Tari kabasaran.

Tari Cakalele Maluku

Tarian Khas Maluku Lainya

  1. Tari Lalayon

Tarian ini adalah salah satu tari pergaulan yang berisi pesan-pesan beserta simbol keromantisan dan cinta. Hal ini dikarenakan tarian ini berisi pesan-pesan waktu jatuh cinta biasanya dibawakan oleh para pasangan. Lagu yang berirama Melayu juga menjadi salah satu elemen terpenting untuk membentuk atmosfer romantis sehingga akan mendukung tercapainya sebuah pesan.

Tari Lalayon Maluku

  1. Tari Salai Jin

Tari yang satu ini merupakan satu jenis tarian tradisional yang berasal dari Dari Ternate, provinsi Maluku Utara. Tarian ini kaya akan nilai magis yang merupakan tarian dari etnik suku asli Ternate itu sendiri. Adapun inti tarian ini itu penyampaian sebuah pesan dari para makhluk gaib yang berupa makhluk Jin.

Dahulu tarian yang satu ini digunakan oleh para nenek moyang dari masyarakat dan mati untuk bisa berkomunikasi dengan bangsa jin yang ada di alam gaib. Inti  dari komunikasi tersebut yaitu untuk meminta bantuan kepada para Jin agar bisa menyelesaikan beragam persoalan yang sedang dihadapi oleh manusia. Salah satu persoalan yang kerap terjadi itu penyakit yang sedang diderita oleh salah seorang dari anggota keluarga.

Tari Salai Jin Maluku

  1. Tari TideTide

Tarian adat Maluku ini tepatnya berasal dari Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara. Tarian ini biasanya ditarikan secara berpasangan oleh para penari serta wanita di acara tertentu. Sesuai dengan sejarahnya, tarian ini dahulunya adalah tarian pergaulan masyarakat yang kemudian ditarikan oleh para pemuda-pemudi yang ada di Halmahera Utara.

Kemudian tarian ini biasanya juga ditampilkan ketika pesta adat atau acara yang memiliki sifat hiburan lainnya. Selanjutnya kebiasaan tersebut berlangsung hingga menjadi sebuah tradisi dan sampai sekarang masih dilestarikan.

Tarian ini biasanya akan ditampilkan sebagai salah satu bagian dari sebuah acara cara memiliki fungsi untuk memeriahkan acara tersebut. Bagi masyarakat yang ada di Maluku, tarian ini lebih dimaknai sebagai bahasa pergaulan yang akrab. Bukan hanya itu saja, manakala melihat dari gerakannya cara ini juga bisa diartikan sebagai bentuk romantisme serta keharmonisan.

Tari TideTide Maluku

Fungsi Tarian Adat Maluku

  1. Sebagai sarana upacara.
  2. Sebagai sarana hiburan.
  3. Sebagai saluran terapi.
  4. Sebagai sarana pendidikan.
  5. Sebagai sarana pergaulan.
  6. Sebagai sarana pertunjukan.
  7. Sarana katarsis.
  8. Sarana Pendidikan.

Jangan Lupa Sob Baca Juga Postingan Lainya Mengenai:

Sob Itulah dia pembahasan mengenai Macam Macam Tarian Adat Maluku dan Fungsinya. Mudah mudahan bermanfaat ya. Jika ada Informasi yang salah mohon koreksi dan kasih tau ke kontak web ini. Terimakasih.