Tarian Tradisional Jawa Barat ( Macam Macamnya + Video) Lengkap

Salah satu kesenian tradisional yang sampai saat ini masih dijaga dan dilestarikan adalah tarian tradisional Jawa Barat. Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki beragam kesenian dan pertunjukan yang perlu kita kenal serta lestarikan supaya tidak hilang ditelan zaman, ataupun tersingkirkan karena masuknya budaya-budaya barat yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.

Dengan adanya sanggar seni tari tradisional dapat dirasa cukup dalam membantu mempertahankan seni tarian  Jawa Barat ini. Meskipun demikian keberadaannya masih perlu didukung oleh seluruh elemen masyarakat juga pemerintah. Mulai dari pemerintah daerah setempat sampai pemerintah pusat. Berikut akan kita kenal tarian-tarian tradisional yang ada di Jawa Barat.

JenisTarian Tradisional Jawa Barat

Jenis tari tradisional dari Jawa Barat yang masih banyak dipelajari oleh masyarakat dan cukup terkenal adalah sebagai berikut:

  1. Tari Tarawangsa

Tari tarawangsa merupakan jenistari tradisional dari Jawa Barat yanghanya dapat ditemukan pada beberapa daerah saja di Jawa Barat, yaitu daerah Sumedang (Rancakalong), Cibalong, Cipatujah (Tasikmalaya Selatan), serta Banjaran (Bandung).

Alat musik yang pokok digunakan dalam tari tarawangsa terdiri atas alat musik tarawangsa atau dikenal juga dengan sebutan rebab jangkung serta jentreng yaitu alat musik yang mirip kecapi. Tarawangsa dimainkan oleh dua orang, satu orang pemain tarawangsa dan satu orang pemain jentreng. Semua pemain tarawangsa adalah laki-laki yang berprofesi sebagai petani dengan usia rata-rata 50-60 tahun.

Tari tradisional tarawangsa ini tidak terikat oleh adanya aturan pokok, kecuali gerakan yang dilakukan oleh Saehu serta penari wanita sebagai tanda penghormatan pada Dewi Sri. Dalam tari tarawangsa tidak hanya gerak fisik semata, tetapi juga berkaitan dengan kepercayaan si penari. Sehingga bukan sesuatu hal yang aneh jika penarinya sering mengalami trance (tidak sadarkan diri).

Para penari menari dengan teratur, pada awalnya tarian saehu/saman (oleh laki-laki), kemudian disusul oleh para penari perempuan. Mereka bertugas menurunkan Dewi Sri dan para leluhur. Lalu para penonton yang hadir di sekitar tempat pertunjukan juga ikut menari. Tari tarawangsa ini tergolong dalam kategori seni tari primitif.

Tari Tarawangsa Jawa Barat

  1. Tari Wayang

Jenis tarian tradisional Jawa Baratselanjutnya adalah tari wayang. Merupakan salah satu kesenian tari tradisional Jawa Barat yang mulai dikenal pada masa kesultanan Cirebon oleh Syekh Syarif Hidayatullah, lalu disebarkan oleh seniman keliling yang datang ke daerah Sumedang, Garut, Bogor, Bandung, serta Tasikmalaya.

Dikenal sebagai tari wayang karena para penarinya mengenakan kostum wayang serta melakukan gerak yang menggambarkan tokoh ataupun karakter wayang yang dikenal oleh masyarakat di Jawa Barat.

Tari Wayang Jawa Barat

Jenis Tarian Jawa Barat Lainya

  1. Tari Topeng Cirebon

Tarian Jawa Barat yang sudah dikenal sejak zaman dahulu, salah satunya yaitu tari topeng Cirebon. Disebut tari topeng karena para penarinya menggunakan topeng pada saat beraksi. Penari pada pertunjukan tari topeng Cirebon ini, para penari dalam tarian ini disebut dalang, karena pada pertunjukan para penari biasanya menggunakan beberapa topeng dengan karakter yang berbeda.

Umumnya para penari topeng Cirebon ini menggunakan tiga topeng dengan karakter yang berbeda yang digunakan secara berurutan. Diawali dengan topeng warna putih, lalu biru, serta ditutup dengan topeng yang berwarna merah. Pada setiap pergantian warna topeng, musik gamelan yang ditabuh juga semakin keras, ini sebagai lambang dari karakter tokoh yang diperankan.

  1. Tari Merak

sebagai salah satu jenis tarian  Jawa Barat, tari merak diciptakan oleh Raden Tjetjep Somantri pada tahun 1950. Seiring berjalannya waktu, tari merak mengalami beberapa kali perbaikan, seperti tari merak yang dibuat ulang oleh Irawati Durban sekitar tahun 1965.

Diberi nama tari merak karena menggambarkan keindahan serta kecantikan dari burung merak, para penarinya juga menggunakan kostum yang juga mirip dengan burung merak.

Tari Merak Jawa Barat

  1. Tari Ketuk Tilu

Tari Ketuk Tilu merupakan salah satu tari tradisional dari Jawa Barat yang khususnya ada pada wilayah Priyangan, Bogor, serta Purwakarta.

Pada pementasan tari ketuk tilu pertama-tama dilakukan tatalu yaitu dengan membunyikan alat musik untuk memanggil penonton, kemudian akan diawali dengan tari pembuka, penari wanita (ronggeng) memasuki gelanggang, menari mengitari lampu oncor, dengan gerakan tari yang disebut jejangkungan dan wawayangan, untuk gerakan sudah ditata terlebih dahulu dengan irama lambat.

Kemudian dilakukan tarian bersama antara ronggeng dengan penonton laki-laki. Acara puncaknya disebut perembut ronggeng, penonton berebut untuk dapat menari dengan ronggeng pilihan mereka.

Tarian Paling Terkenal dari Jawa Barat

  1. Tari Jaipong

Pada dasarnya tari jaipong merupakan tari ketuk tilu. Tarian ini merupakan hasil kreativitas seniman Jawa Barat Gugum Gumbira. Awal perkembangan tari ini disebut ketuk tilu. Tari jaipongan yang pertama kali dikenal oleh masyarakat adalah tari “Daun Pulus Keser Bojong” dan “Rendeng Bojong”. Keduanya merupakan jenis tari putri dan tari berpasangan.

Tari Jaipong Jawa Barat

  1. Tari Buyung

Kesenian tari buyung menggambarkan para gadis desa yang mandi serta mengambil air secara bersama-sama pada sebuah curug Ciereng dengan menggunakan buyung, yaitu tempat air dari logam ataupun tanah liat.

tari buyung jawa barat

  1. Tari Sampiung

Tari tradisional yang diberi nama sampiung disebabkan karena lagu yang mengiringinya berjudul sampiung. Tari sampiung ini disebut juga tari ngekngek, karena waditra pengiringnya berupa tarawangsa (alat gesek mirip rebab) yang biasa disebut ngek-ngek. Sebagian orang juga menyebutnya tari jentreng karena salah satu musik pengiringnya adalah jentreng.

Tari Sampiung Jawa Barat

  1. Tari Sintren

Tarian tradisional Jawa Barat yang berasal dari Cirebon adalah tari sintren, tarian ini disebut juga dengan lais, yaitu bentuk tari-tarian dengan aroma mistis yang bersumber dari cerita cinta Sulasih dan Sulandono.

Tari Sintren jawa barat

SajianTarian Tradisional Jawa Barat

  1. Tari Tarawangsa

Seni tari tarawangsa disajikan dengan upacara padi, seperti dalam ngalaksa, yang berfungsi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah. Untuk di zaman sekarang memang tarian ini langka sekali diselenggarakan tapi ada saja orang yang menjaga adat istiadat ini dengan baik. Tapi dalam pertunjukan seni budaya khusus jawa barat selalu di tampilkan.

  1. Tari Wayang

Pada mulanya tari wayang dimainkan hanya pada pertunjukan wayang orang. Seiring dengan perkembangannya tari wayang menjadi satu pertunjukan seni tari sendiri.

  1. Tari Ketuk Tilu

Pementasan tari ketuk tilu terdiri atas penari wanita yang disebut ronggeng dan nayaga sebagai pengiring musik. Pertunjukan tarian ketuk tilu umumnya dipentaskan pada area terbuka baik di dalam ataupun di luar ruangan. Para ronggeng menari mengitari obor.

  1. Tari Jaipong

Salah satu tarian tradisional Jawa Barat yang menjadi ciri khas kesenian tari di Jawa Barat adalah tari jaipong, yang sering ditampilkan pada acara perhelatan yang dilakukan masyarakat serta pemerintah Jawa Barat.

  1. Tari Buyung

Tari buyung merupakan tari tradisional dari Jawa Barat yang umumnya dilakukan dalam acara puncak pada upacara seren taun, yang dilakukan oleh masyarakat Jawa Barat.

  1. Tari Sampiung

Salah satu tari kesenian dari Jawa Barat yaitu tari sampiung yang pada zaman dahulu dipertunjukkan sebagai pelengkap pada upacara hari-hari penting seperti seren taun, pesta panen, ngaruat, rebo wekasan, bahkan pada hari raya kenegaraan seperti pada peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Jangan Lupa Sob Baca Juga Postingan Lainya Tentang :

Alat Musik Bali Tradisional

Yaps sobat semuanya itu saja informasi mengenai Tarian Tradisional Jawa Barat semoga menjadi pengetahuan yang bermanfaat untuk kalian. Jika ada salah kata baik informasi atau tulisan mohon dimaafkan, dan kalian boleh koreksinya. Terimakasih.